Minggu, 07 Maret 2021

REVIEW BUKU AIR MATA TELAGA KAUTSAR - MUHAMMAD MAKHDLORI

 


Judul Buku : Air Mata Telaga Kautsar

Penulis : Muhammad Makhdlori

Penerbit : Semesta Hikmah

Tebal :  265 halaman

Tahun Terbit : 20

Kategori : Fiksi, Novel-Islami

My Rated : 4,5/5


Hallo, Sobat Reader ! Sebenarnya aku sudah selesai membaca novel ini di pertengahan tahun 2020 dan ini novel islami pertama yang pernah aku baca. Aku dibuat kagum sekali dengan cara penulis merajut cerita dalam buku ini. Muhammad Makhdlori berhasil membuat emosiku terpancing. 

Marah, sedih, benci, suka, mengalir begitu saja ketika membaca novel ini. Saranku kepada pembaca, pilih tempat yang hening untuk membaca novel ini. Ada 19 bagian dalam Novel Air Mata Telaga Kautsar ini. Berkisah tentang seorang pengusaha kaya, bernama Ronggo yang khilaf dengan ucapannya sendiri.

Kemudian rentetan peristiwa yang ia alami, mulai dari kecelakaan, koma, amnesia, menjadi pecundang bahkan 'budak', percobaan pembunuhan, kehilangan jabatan kehormatan serta istrinya yang di "guna-guna" oleh Handoko, mitra bisnisnya, seakan menjadi azab dari ucapannya yang sombong dan angkuh. 

Tapi, dari semua perjalanan itu, Ronggo di pertemukan dengan orang-orang baik, yang secara tidak langsung akan membalikkan 180° kepribadiannya. "Kesadaran" Ronggo itu bermula ketika ia "gagal" dibunuh di lereng Merapi hingga puncaknya ketika ia melihat dengan mata telanjangnya, istri kesayangan dia, Wulandari selingkuh dengan Handoko. 

Apakah Ronggo marah ? Apakah Handoko berhasil mempersunting Wulandari ? Bagaimana akhir kisah ini ? Silahkan di baca ya. Yang jelas, bersiap-siaplah emosimu akan mengalir begitu saja. 

Pesan yang sangat kuat dari kisah novel ini saya rasa berhasil tersampaikan. Kita, manusia hanyalah makhluk yang lemah, oleh karena itu tidak mungkin apa yang kita miliki ini adalah murni kerja keras kita tanpa bantuan Allah SWT. Karena semuanya, baik Semesta dan isinya ini adalah bukti dari Kebesaran Allah SWT. 

Melalui tokoh-tokoh dalam novel ini, penulis sukses menggambarkan apabila manusia telah sadar akan jati dirinya, telah menemukan makna sejati dari kehidupan, maka ia tidak akan terperdaya oleh duniawi. Begitu pun sebaliknya, melalui tokoh-tokoh antagonis, yang selalu mengikuti emosi dan hawa nafsunya dalam mengejar dunia, maka segala cara akan ditempuhnya termasuk menghilangkan nyawa orang. Mereka yang seperti ini peluangnya dalam mengalami keterpurukan semakin besar. Berbeda dengan mereka yang dapat mengambil hikmah dari penderitaan, sebab inilah kenikmatan hidup yang berujung kemenangan.

Dari kisah novel ini, terlihat bagaimana pentingnya peranan hati nurani, sesuatu yang bersifat rohani, yang sesungguhnya ialah jati diri manusia. Hati yang pernah mengalami rasa sakit, bahkan meski hati itu sekeras batu, pasti akan membuka. Apabila hati telah terisi dengan kebaikan-kebaikan, bukan hanya suatu kebajikan yang besar, tapi merupakan induk dari kebajikan-kebajikan yang lain. Al-kautsar (kebajikan yang banyak).


"Maut bukanlah kehilangan terbesar dalam hidup. Kehilangan terbesar adalah matinya hati nurani, sementara hita masih hidup"
-Muhammad Makhdlori


REVIEW BUKU 99 CARA BERPIKIR ALA SHERLOCK HOLMES - MONICA ANGGEN

 

Cover Buku 99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes
(Sumber : Gramedia)

Judul Buku : 99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes

Penulis : Monica Anggen

Penerbit : Grasindo

Tebal :  228 halaman

Tahun Terbit : 2015

Kategori : Non-Fiksi, Tips & Trik

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Dalam menjalani kehidupan kita tidak terlepas dari yang namanya masalah. Dan dalam setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Untuk itu, Monica Anggen dalam buku ini akan memandu pembaca untuk mengasah kemampuannya berpikir agar menemukan solusi dari setiap permasalahan layaknya seorang tokoh fiktif detektif legendaris, Sherlock Holmes. 


“Think good, and good follows. Think evil, and evil follows. You are what you think all day long.”
– Joseph Murphy


99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes adalah buku yang menguliti rahasia, tips, trik, metode, dan berbagai faktor penunjang lainnya tentang bagaimana mengagumkannya Sherlock Holmes dalam menyelesaikan masalah. Dalam buku ini ada 99 bagian yang dijabarkan secara singkat, menarik, mudah dipahami, beberapa diawali dengan quote dari Holmes yang dikutip dari novel karya Sir Arthur Conan Doyle yang fenomenal itu. 

Penulis terkadang mengaitkan penjelasannya itu dengan kasus-kasus yang dikerjakan oleh Holmes. Sehingga bagi pembaca yang sebelumnya pernah membaca kisah petualangan Holmes, akan dibuat ‘ooo ternyata begitu.' Misalnya ketika menjelaskan teori Eliminasi dicontohkan dengan kasus “Petualangan Tiga Pelajar”, ketika menjelaskan teori Analisis dicontohkan dengan kasus “Penelusuran Benang Merah” atau ketika menjelaskan teori Logika dicontohkan dengan kasus “Empat Pemburu Harta”. Sedangkan bagi yang belum pernah membaca jangan khawatir, menurutku cukup mudah memahami metode berpikir ala Holmes ini.

Tidak hanya tentang cara menemukan solusi dari masalah, pembaca juga akan mendapatkan banyak informasi penting yang sangat berguna bila diterapkan dikehidupan sehari-hari. Seperti pengetahuan tentang bidang kesehatan, sosial, dan pendidikan. Berbagai pengetahuan ini tentu terpercaya karena penulis mengambilnya dari jurnal-jurnal ilmiah. Untuk bagian ini yang paling aku suka adalah tentang mengaktifkan gelombang alpha pada otak dan pentingnya membiasakan minum segelas air mineral di pagi hari setelah bangun tidur.

Secara keseluruhan buku ini merupakan panduan untuk memaksimalkan kerja otak manusia. Diharapkan ketika menghadapi masalah, kita bisa berpikir yang logis, cermat dan mampu menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang agar dapat menemukan solusi. Kerja yang luar biasa dari penulis, terima kasih karena kini aku tau apa saja rahasia unik dari Sherlock Holmes. Jadi, bagi kamu penggemar Sherlock Holmes wajib baca buku ini. 


“Kau pernah jatuh sekali. Kami ingin melihat setinggi apa kau bisa meloncat di kemudian hari.”
–Sir Arthur Conan Doyle


Sabtu, 06 Maret 2021

REVIEW BUKU HIS LAST BOW : PETUALANGAN SHERLOCK HOLMES - SIR ARTHUR CONAN DOYLE

 

Cover Buku His Last Bow
(Sumber : Ipusnas)


Judul Buku : His Last Bow

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit : Desa Pustaka Indonesia

Tebal :  236 halaman

Tahun Terbit : 2019

Kategori : Fiksi, Mysteri

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku His Last Bow. Buku ini adalah novel Sherlock Holmes ke-5 yang aku baca. Novel ini beda sekali dari sebelumnya, di novel ini ada 8 kisah pendek yang semuanya merupakan misteri untuk dipecahkan Holmes. Berawal dari nonton film tentang Sherlock Holmes lalu suka sekali dengan cerita detektif terkhusus karakter dari Holmes dan kini tak terasa sudah membaca lima novel tentang Holmes. Sir Arthur Conan Doyle menurutku sangat cerdas dalam “merancang” Sherlock Holmes. Meskipun tokoh fiksi, detektif satu ini terasa nyata, dia tidak serta merta mulus-mulus saja ketika mengungkap sebuah kasus, terkadang ada kesalahan juga kebingungan, dan menjadikan Watson sebagai think-tank dalam berdiskusi, walaupun pada akhirnya ia punya penalaran sendiri. Hal-hal semacam ini yang membuat Holmes tidak tergambar sebagai sosok yang sempurna, namun menurutku itulah kelebihannya, karena ia terasa nyata. Khayalan liarku pun bertanya-tanya, bagaimana jadinya kalau Indonesia punya sosok seperti Sherlock Holmes ?


“Education never ends, Watson. It is a series of lessons, with the greatest for the last.” 

-Sir Arthur Conan Doyle


Dari delapan kisah di novel ini, ada dua kisah yang paling aku suka. Yang pertama, Kasus Pencurian Rancangan Kapal Selam Bruce-Partington. Holmes diminta oleh kakaknya sendiri, Mycroft Holmes, untuk mencari dokumen rahasia berupa rancangan Kapal Selam milik militer Inggris. Mycroft Holmes juga sosok yang luarbiasa, bedanya dengan Holmes, ia memilih terikat dengan pemerintah. Mycroft Holmes tidak banyak tersorot kamera Inggris, karena kerjanya di belakang layar dan punya banyak koneksi dengan elit-elit pemerintahan Inggris. Dari sepuluh lembar rancangan yang menghilang, ada tujuh lembar ditemukan di tubuh pemuda bernama Cadogan West yang tewas secara mengenaskan di stasiun kereta api. Namun, tiga lembar rancangan yang paling penting justru lenyap. Muncul dugaan, Cadogan West tewas ketika hendak menjual dokumen rahasia itu kepada agen mata-mata asing yang ada di Inggris, benarkah ?

Kisah terakhir di novel ini, sekaligus favoritku, berjudul His Last Bow. Dikisahkan bahwa Sherlock Holmes telah berhenti menjadi detektif dan tinggal di pedesaan kecil sembari memelihara lebah. Ditengah ketentramannya itu, suatu kasus besar tengah terjadi, hingga Perdana Menteri Inggis turun langsung untuk meminta bantuan Holmes. Apa boleh buat, karena ‘panggilan negara’, Holmes dan Watson pun ‘turun gunung’ mengerjakan kasus yang sangat penting ini. Dengan caranya yang khas, mereka mencari mata-mata yang telah mencuri berbagai data keamanan Inggris. 

Secara keseluruhan, masih sama seperti novel-novel sebelumnya, cerita-cerita misteri ini dikisahkan melalui sudut pandang Dr. Watson, sahabat setia Sherlock Holmes. Watson ini bisa dibilang sahabat yang memberi rasa nyaman kepada Holmes. Ia seorang yang sabar menghadapi tingkah laku Holmes yang terkadang menjengkelkan, agak sombong, dan seenaknya sendiri wkwk. Watson juga tidak cerewet ketika Holmes memilih merahasiakan analisanya ketika proses penyelidikan berlangsung, ia sudah paham kalau Holmes pasti akan menceritakan secara detail kalau semua sudah terang dan bukti-buktinya cukup. Watson terkadang juga dimintai pendapat berkaitan dengan masalah medis. Dan yang pasti, ia siap sedia membantu Holmes jika diperlukan.

Holmes, meskipun terkesan keras kepala, tidak sabaran, dan sarkastik, ia sebenarnya sosok yang lembut, penyayang dan humoris. Ketegasannya dalam bersikap juga sesuatu yang khas, terkesan egois, namun menurutku ini penting dalam tugasnya, agar tidak mudah di ‘silaukan’ oleh pengalihan isu, pemalsuan bukti, keterangan palsu, dsb. Holmes dan Watson adalah dua sosok yang berbeda namun saling melengkapi, perbedaan itulah yang membuat cerita ini jadi lebih hidup. 


“Ternyata tetap saja ada misteri besar dalam hidup ini yang tak bisa dijelaskan nalar manusia” 

-Sir Arthur Conan Doyle


REVIEW BUKU THE VALLEY OF FEAR : PETUALANGAN SHERLOCK HOLMES - SIR ARTHUR CONAN DOYLE

 

Cover Buku The Valley of Fear
(Sumber : Ipusnas)


Judul Buku : The Valley Of Fear

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit : Desa Pustaka Indonesia

Tebal :  212 halaman

Tahun Terbit : 2019

Kategori : Fiksi, Mysteri

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku The Valley Of The Fear. Buku ini adalah seri novel Sherlock Holmes ke-4 yang aku baca. Lain daripada yang sebelumnya, dalam novel ini ada kisah dua detektif, satu di Inggris dan lainnya di Amerika. Holmes kembali tampil luar biasa, ia juga lagi-lagi menegaskan pada kawannya kalau ia tak mau membentuk teori kalau fakta-faktanya masih kurang. Kisah berawal dipagi hari, Holmes menerima pesan berupa sandi yang harus ia pecahkan. Sandi itu ternyata adalah informasi bahwa akan terjadi pembunuhan kapada 'Douglas'. Holmes percaya bahwa pesan ini dari Profesor Moriarty, yang digambarkan sebagai seorang ilmuwan kriminal termasyur, perencana terhebat, otak yang mengendalikan dunia bawah tanah, namun begitu jauh dari kecurigaan umum, begitu mengagumkan dalam manajemen dan pengekangan diri.


“Anda dapat menolak menjawab, tetapi Anda harus menyadari bahwa penolakan Anda itu sendiri adalah sebuah jawaban, karena Anda tidak akan menolak jika tidak ada yang harus disembunyikan.” 

-Sherlock Holmes


Lalu, Siapa Douglas ? ia dan Watson pun bergerak dan akhirnya bersama polisi setempat mendapati kalau Douglas sudah mati, diduga akibat dibunuh. Selanjutnya bisa ditebak, mereka melakukan penyisiran untuk mencari bukti-bukti dan membangun sebuah teori. Di sana ada sebuah senapan buatan Amerika, jejak darah, kartu, sepeda yang ditinggalkan di taman dan lambang segitiga dilengan Douglas. Semua teori dari dua detektif polisi nampak masuk akal, namun dibantai secara telak oleh Holmes di jam-jam terakhir. Holmes meminta kasus ini dihentikan, lalu dia merencanakan sesuatu yang cukup megejutkan dan diketahui bahwa Douglas masih hidup, mayat yang selama ini disangka douglas ternyata adalah Baldwin.  

Pada bagian kedua, bercerita tentang masa lalu Douglas, ia tuliskan di kertas yang sekarang dipegang oleh Watson. Kehidupan di daerah bernama Vermissa , sebuah lembah batu bara yang terkenal dengan sebutan "Lembah Ketakutan." Disebut demikian karena disana ada sebuah loji, memiliki ratusan anggota, terkenal karena terlibat berbagai aksi pembunuhan dan hebatnya kaki tangan mereka sampai mengendalikan pengadilan. 

Suatu hari, Douglas yang dulu namanya Jack McMurdo datang ke Lembah ini, awalnya sebagai orang asing hingga ia menjadi bagian dari loji 'penjahat' ini. McMurdo awalnya diremehkan namun ia berhasil manaikkan namanya, hingga bos besar loji ini menyebut kalau dia layak jadi penerusnya. Suatu ketika terjadi konspirasi yang pada akhirnya membuat nyawa McMurdo terancam. Ia pun jadi target dari petinggi loji ini untuk dibunuh. Inilah nanti akan terang menjelaskan peristiwa 'pembunuhan' di Sussex.

The Valley Of The Fear hampir mirip A Study in Scarlet, hanya saja dari segi kasus dan akar masalahnya lebih kompleks. Karakter Holmes tetap menawan, teori nya berdasarkan fakta yang ia peroleh lagi-lagi meruntuhkan segala hipotesis yang sudah dibangun oleh detektif dari kepolisian. Setelah Holmes membongkar 'how' dari sebuah kasus, maka selanjutnya pembaca diajak flashback untuk mengetahui 'why' yang menjadi sebab kasus terjadi. Agak panjang memang, dan seperti menjadi kisah tersendiri, penggalan dua kisah dalam satu novel, tapi itulah karakter tulisan Sir Arthur Conan Doyle yang khas. 


“Saya menangani sebuah kasus untuk melayani keadilan dan membantu tugas polisi. Kalau saya memisahkan diri dari kesatuan polisi resmi, itu karena mereka memisahkan diri dari saya. Saya tak ingin menyaingi mereka… Saya ingin bekerja dengan cara saya sendiri dan memberikan hasil pekerjaan saya pada waktu yang saya anggap baik --hasil yang komplit, bukannya hasil dari setiap tahap pekerjaan.” 

-Sherlock Holmes


REVIEW BUKU THE HOUND OF THE BASKERVILLE : PETUALANGAN SHERLOCK HOLMES - SIR ARTHUR CONAN DOYLE

 

Cover Buku The Hound of The Baskerville
(Sumber : Ipusnas)

Judul Buku : The Hound Of The Baskervilles

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit : Desa Pustaka Indonesia

Tebal :  212 halaman

Tahun Terbit : 2019

Kategori : Fiksi, Mysteri

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku The Hound Of The Baskervilles. Buku ini adalah novel ketiga seri Sherlock Holmes yang aku baca setelah sebelumnya membaca A Study in Scarlet dan The Sign of Four. Kasus kali ini berbeda dari sebelumnya, selain karena melibatkan hewan, Holmes juga mendapatkan “lawan” yang sepadan! Penjahat ini sangat licin, dingin dan lihai. Dr. Watson mendapat porsi yang lebih banyak di novel ini, bahkan ia beberapa kali melakukan penyelidikan seorang diri. Bermodal mempelajari metode-metode dari Holmes, ia menggali berbagai fakta yang akan membantu pengungkapan kasus ini.


“Dunia ini penuh dengan hal-hal jelas yang tidak seorangpun secara kebetulan pernah mengamatinya.” 

-Sherlock Holmes


Kisah bermula dengan sebuah diskusi di markas Holmes antara ia, Dr. Watson dan tamunya, Dr. Mortimer. Perbincangan berlangsung seru seputar misteri kematian Sir Charles Baskervilles, bangsawan dari Devonshire. Bahkan, Dr. Mortimer meyakini bahwa ini ada hubungannya dengan hal mistis yang selama ini menjadi kepercayaan keluarga Baskervilles. Konon, keluarga Baskervilles memiliki kutukan turun-temurun terkait dengan anjing setan. Namun, Holmes tidak percaya dengan hal mistis ini, ia tertarik untuk membongkar apa sebenarnya yang terjadi.

Perbincangan kemudian bergeser ke pewaris harta keluarga Baskervilles yang jatuh ke tangan Sir Henry Baskervilles. Dr. Mortimer kemudian minta bantuan Holmes untuk mengungkap misteri kematian ini sekaligus menjaga keselamatan Sir Henry. Ketika Sir Henry masih berada di London, beberapa peristiwa aneh terjadi, mulai dari sepatu bootnya yang hilang, mendapat surat ancaman, dan di mata-matai oleh seorang agen detektif.

Holmes melarang Sir Henry untuk pergi ke Baskerville Hall di Devonshire karena khawatir akan terjadi hal yang berbahaya. Karena Sir Henry  bersikukuh untuk pergi, maka Holmes memetrintahkan Dr. Watson untuk menemaninya. Watson mendapat tugas mengawal Henry sekaligus mempelajari lingkungan Devonshire, dan hasil pengamatannya akan dilaporkan ke Holmes. 

Selama penyelidikan ini, Watson mengalami berbagai peristiwa aneh. Holmes selain berperan dibalik layer, ternyata ia juga terjun langsung secara diam-diam ke Devonshire untuk melakukan investigasi. Dari beberapa nama yang sebelumnya dicurigai sebagai dalang pembunuhan Sir Charles, akhirnya mengerucut menjadi satu nama. Orang ini begitu licik dan lihai, disuatu momen, ia sempat berhadap-hadapan dengan Holmes, tapi Holmes tidak bisa berbuat banyak karena masih kurang bukti. Singkat cerita, skenario akhir telah dirancang oleh Holmes dan yang bikin jengkel, orang ini ‘lenyap’. Lalu benarkah mitos tentang adanya Anjing Setan ? Silahkan dibaca wkwk.

Gaya penulisan yang sedikit berbeda dari Sir Arthur Conan Doyle ini membuatku menebak-nebak ooh ini dalangnya, ternyata bukan, ini, itu, ternyata bukan. Jebakan-jebakan ini sering membuat kaget, ‘haa.. kok bisa…’. Semakin penasaran, semakin terpacu untuk menyelesaikan dan akhirnya, oke Sherlock Holmes… kau memang ahlinya. 


“Semakin rumit dan aneh sebuah pristiwa, semakin teliti peristiwa itu harus diperiksa, dan perisiwa yang nampaknya mempersulit kasus ini adalah salah satu insiden yang paling mungkin untuk menjelaskan kasus ini.” 

-Sherlock Holmes


REVIEW BUKU THE SIGN OF FOUR : PETUALANGAN SHERLOCK HOLMES - SIR ARTHUR CONAN DOYLE

 

Cover Buku The Sign of Four
(Sumber : Ipusnas)

Judul Buku : The Sign of Four

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit : Desa Pustaka Indonesia

Tebal :  164 halaman

Tahun Terbit : 2019

Kategori : Fiksi, Misteri

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku The Sign of Four. Buku ini merupakan novel kedua seri Sherlock Holmes yang aku baca setelah sebelumnya membaca A Study in Scarlet. Yaaa lagi-lagi aku dibuat terkesan dengan tulisan karya Sir Arthur Conan Doyle sekaligus karakter Sherlock Holmes yang begitu menawan. Dibanding novel sebelumnya, kasus yang dihadapi Holmes di novel ini lebih menegangkan. Bahkan, Holmes dan Watson sempat hampir terbunuh ketika mengejar si penjahat yang cerdik.


“Otakku, ... tidak puas dengan berdiam diri. Beri aku masalah, beri aku pekerjaan, beri aku sandi yang paling rumit, atau analisis yang paling berbelit-belit, dan aku akan kembali menjadi diriku yang semula."
–Sherlock Holmes

Cerita bermula ketika seorang wanita bernama Mary Morstan datang ke markas Sherlock Holmes. Mary bercerita tentang ayahnya, Kapten Arthur Morstan yang menghilang 10 tahun yang lalu setelah cuti dari resimennya di India. Selama 6 tahun belakangan, Mary selalu menerima paket berupa mutiara setiap tahunnya. Namun, paket yang terakhir ia terima terdapat sebuah surat yang berisi perintah untuk bertemu si pengirim paket ini. Hal ini yang membuatnya pergi menemui Sherlock Holmes.

Sherlock Holmes begitu antusias menerima tantangan ini. Setelah ditelusuri, si pengirim surat itu bernama Thaddeus Sholto, anak laki-laki dari Mayor Sholto, sahabat Kapten Morstan. Thaddeus lalu menceritakan apa yang terjadi dengan hilangnya Ayah Mary, dan permasalahan ini berkaitan dengan harta karun. Konon, setengah dari harta karun itu adalah milik ayah Mary.

Thaddeus menceritakan bahwa harta karun itu sekarang ada di rumah saudara lelakinya bernama Bartholomew Sholto. Tetapi, saat Thaddeus bersama Sherlock Holmes, dkk datang ke rumah Bartholomew, mereka terkejut karena lelaki itu sudah dingin dan tak bernyawa. Bahkan, kotak besi tempat harta karun itu disimpan hilang entah kemana. Kasus ini pun menjadi semakin gelap karena tidak hanya melibatkan harta karun tetapi juga pembunuhan. Sherlock Holmes dan Dr. Watson pun langsung menelusuri semua bagian ruangan itu untuk mengendus jejak si pelaku. 

Dibanding novel sebelumnya, dalam The Sign of Four karakter Holmes terasa lebih hidup. Dr. Watson juga meningkat perannya disini, ia pun juga bertemu pujaan hatinya. Secara keseluruhan, buku ini mengagumkan, meskipun secara kasus memang sederhana. Yang membuat terasa brilian tentu tentang cara Holmes mengungkap sebuah misteri. Sayang sekali, masih sama seperti novel sebelumnya, menurutku bagian ketika si penjahat menceritakan latar belakang kejahatannya agak berbelit-belit dan cukup membosankan. Namun, novel ini tetap mudah dinikmati dan tidak perlu waktu lama untuk menghabiskannya. 


“Setiap individu adalah sebuah teka-teki tak terpecahkan, secara agregat ia menjadi sebuah kapasitas matematis. Misalnya, kamu tidak akan pernah bisa meramalkan apa yang setiap orang akan lakukan, tetapi kamu bisa mengatan dengan tepat jumlah rata-rata sesuatu. Individu-individu itu bervariasi, tetapi presentasenya tetap konstan. Demikian kata ahli statistik” 

–Sherlock Holmes


REVIEW BUKU STUDY IN SCARLET : PETUALANGAN SHERLOCK HOLMES - SIR ARTHUR CONAN DOYLE

 

Cover Buku Study in Scarlet
(Sumber : IPUSNAS)

Judul Buku : A Study in Scarlet

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit : Desa Pustaka Indonesia

Tebal :  164 halaman

Tahun Terbit : 2019

Kategori : Fiksi, Mysteri

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku pertama tentang petualangan Sherlock Holmes yang pernah aku baca di IPUSNAS. A Study in Scarlet membuka perkenalanku dengan sosok detektif fiksi yang legendaris dari pengarang, Sir Arthur Conan Doyle. 

Ketika aku mendapat masalah, sederhana saja misalnya saat mendapati dompetku tidak ada di tas. Hal pertama yang muncul di pikiran adalah mengingat-ingat ke belakang, apa saja kegiatanku tadi, kemana saja, apakah membawa dompet dan aku taroh dimana. Lalu aku akan menemukan sebuah benang merah dari beberapa kejadian ke belakang itu hingga akhirnya aku mendapatkan jawaban dimana dompetku sekarang. Sederhana sebenarnya, hanya saja terkadang aku lupa akan hal-hal yang kecil sehingga masalah tidak terpecahkan. Inilah yang akan pembaca temukan dalam buku ini. Tentang pentingnya sebuah fakta-fakta kecil, hal-hal yang sebenarnya biasa namun bisa menjadi kunci pengungkapan suatu misteri atau masalah.

Kisah bermula ketika seorang dokter tentara yang baru pulang tugas dari Afganistan, Dr. Watson mencari partner untuk tinggal bersamanya. Akhirnya ia bertemu dengan Sherlock Holmes. 

Sherlock Holmes ialah seorang Konsultan Detektif. Ia mendeskripsikan profesinya sebagai penerang jalan bagi detekif pemerintah maupun swasta ketika kasus yang mereka tangani menemui jalan buntu. Holmes hanya perlu duduk di ruang kerjanya sambil mengamati semua bukti dihadapannya, lalu dengan metode yang ia sebut sebagai penalaran analitis dan deduksi akan menemukan benang merah dari kasus tersebut.

Suatu hari datang seorang detektif dari kepolisian membawa berkas sebuah kasus pembunuhan misterius yang akhirnya membuat Holmes tertarik untuk turun ke ‘lapangan’. TKP kasus ini di sebuah rumah kosong, bersama rekannya, Dr. Watson, ia mulai menjelajahi setiap jengkal ruangan itu. Untuk mencari jawaban dari pertanyaan mendasar, siapa yang membunuhnya ? dan bagaimana ia membunuhnya ?

Buku ini dibagi mejadi dua bab, bab pertama menceritakan bagaimana kasus ini bermula sampai penangkapan terduga pelakunya. Bab kedua adalah kilas balik pengakuan dari sang terduga pelaku bagaimana latar kehidupannya sampai ia melakukan pembunuhan. Dan sebagai penutup, Sherlock Holmes dengan sangat mengagumkan menerangkan kepada Dr. Watson bagaimana analisanya terhadap semua bukti tentang kasus ini.

A Study in Scarlet : Benang Merah Kejahatan adalah salah satu classic masterpiece seri Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Buku ini sangat pas sebagai pembuka untuk membaca seri kisah Sherlock Holmes selanjutnya. Seru sekali menikmati aksi-aksi Holmes dalam memecahkan misteri ini. Hanya saja entah kenapa kisah di awal bab dua, agak membosankan. Tapi setelah itu, kisahnya mulai seru lagi, atraktif dan brilian. Jadi, untuk kamu yang antusias dengan tema bacaan misteri, pastikan tidak terlewat membaca buku ini. 

“Aku telah menjelaskan padamu bahwa apa yang muncul dari hal biasa, biasanya bisa menjadi kunci dalam penyelesaian masalah, bukannya sebagai penghalang. Dalam menyelesaikan masalah seperti ini, hal utama adalah melakukan penalaran ke belakang. Itu merupakan pencapaian yang sangat berguna, dan sangat mudah pula, tetapi orang-orang tidak banyak mempraktikkanya. Dalam urusan kehidupan sehari-hari, penalaran ke depan memang lebih bermanfaat, sehingga penalaran ke belakang diabaikan. Ada lima puluh orang yang bisa melakukan penalaran secara sintesis untuk satu orang yang melakukan penalaran analitis.”
-Sir Arthur Conan Doyle.