Rabu, 11 Mei 2022

REVIEW BUKU SAINSPIRASI - DONI SWADARMA

Judul Buku : SAINSPIRASI
Penulis : Doni Swadarma
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal :  292 halaman
Tahun Terbit : 2015
Kategori : Non-Fiksi, Inspirasi
My Rated : 5/5



Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang berisi analisis penulis mengenai fenomena sains atau alam yang ternyata dapat dijadikan prinsip hidup kita sehari-hari. Buku ini berjudul SAINSPIRASI: Inspirasi Kehidupan Berdasarkan Fenomena Sains karya Doni Swadarma.

#DESKRIPSI
"Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan alam, manusia wajib menjaga keseimbangannya. Sebab kehidupan di dunia ini berlangsung dengan prinsip keseimbangan alam. Apabila manusia melakukan kebaikan berarti melakukan sesuatu yang selaras dengan kesimbangan alam sehingga kebahagiaan yang dihasilkannya akan bertahan. Namun sebaliknya, bila manusia melakukan keburukan berarti melakukan sesuatu yang tidak selaras dengan keseimbangan alam, sehingga kebahagiaan yang dihasilkannya tak akan bertahan, bahkan lambat laun akan berubah menjadi penderitaan. Buku “SAINSPIRASI: INSPIRASI Kehidupan Berdasarkan Fenomena SAINS” ini menjadi menarik sekaligus penting untuk dibaca, tidak semata-mata oleh mereka yang sudah melek pengetahuan dan teknologi sejak lama, tetapi juga oleh orang biasa yang masih memandang ilmu-pengetahuan-teknologi sebagai “dewa” tak tersentuh yang hanya bersemayam di mayapada. Ilmu pengetahuan ada di sekitar kita, perilaku sederhana alam dan hewan bisa melahirkan teknologi yang tak terbayangkan sebelumnya. Tinggal bagaimana kita mencermatinya dengan saksama, lalu menjadikannya energi positif sebagai modal memelihara dan mengembangkan peradaban berbasis etika, ilmu pengetahuan, dan teknologi.”


#ULASAN
SAINSPIRASI terdiri dari dua kata, yaitu ‘sains’ yang berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan alam dan ‘inspirasi’ yang bisa diartikan sebagai pencerahan, pengetahuan atau petunjuk. Buku SAINSPIRASI yang ditulis Doni Swadarma ini berisi 37 fenomena di alam semesta yang dikemudian ditelaah, dikaji dan dimaknai sehingga pembaca bisa memperoleh inspirasi bagi kehidupannya. 


Penulis memandang bahwa alam dan fenomenanya tersebut merupakan guru ‘terbaik’ bagi kehidupan manusia karena kebenarannya bersifat universal sehingga bisa diterima semua umat manusia. Alam bersifat jujur, konsisten dan terbuka kepada siapa saja yang ingin mempelajarinya. Alam semesta ini dipenuhi berbagai hukum, ada yang menyebutnya ‘hukum alam’ ada pula yang menyebutnya ‘sunnatullah’. Sejak awal air yang dipanaskan akan menguap, air didinginkan akan membeku, maka sampai kapanpun akan seperti itu.
 

Fenomena-fenomena yang diulas dibuku ini menghasilkan inspirasi yang beragam, mulai dari aspek keprobadian, ekonomi, ideologi, politik, dan peradaban. Salah satu contoh yang aku suka yaitu kombinasi hukum Ohm, Joule dan Coulumb menghasilkan rumus P=V2/R (P=daya, V=potensi, R=hambatan) yang dapat dimaknai seseorang ‘berdaya’ besar adalah orang yang ‘potensi’-nya telah dimaksimalkan dan disaat yang sama, ‘hambatan’ dalam dirinya berhasil diminimalkan. 


Dari buku ini aku kembali disadarkan bahwa manusia selama ia hidup maka akan selalu bersentuhan dengan alam. Persentuhan inilah yang akhirnya menimbulkan ‘pengalaman’. Pengalaman ini lama-kelamaan akan bertambah, seiring dengan sifat dasar manusia yang ‘ingin tahu’ dan mendapat jawaban atas segala pertanyaan tentang kehidupan yang pada ujungnya akan melahirkan ‘pengetahuan’. Tidak berhenti disitu, manusia sebagai makhluk yang berpikir dan berperasaan juga perlu ‘rasa aman’ dan ingin hidupnya menjadi lebih baik dikemudian hari yang pada akhirnya akan menghasilkan ‘teknologi’. Sebagai penutup, aku mengutip quote dari Albert Einstein:


“Look deep into nature and then you will understand everything better.”


Selasa, 10 Mei 2022

REVIEW BUKU I AM MALALA - NUR IHSAN

 

Judul Buku : I am Malala
Penulis : Nur Ihsan
Penerbit : Kata Media
Tebal :  124 halaman
Tahun Terbit : 2013
Kategori : Non-Fiksi, Biografi
My Rated : 4/5



Hallo, Sobat Reader !

Kali ini aku mau mengulas buku yang berisi ringkasan kisah hidup seorang gadis dari Pakistan dan aktivis pendidikan perempuan yang mengalami percobaan pembunuhan oleh Taliban. Buku ini berjudul I am Malala: Gadis Kecil Ditembak Peluru Demi Sekolah karya Nur Ihsan.

#DESKRIPSI
"Di mana Malala? Yang mana di antara kalian yang bernama Malala? Katakan atau kutembak kalian semua!" Teriak seorang laki-laki bersenjata di bus yang membawa pulang anak-anak sekolah di Mingola, Pakistan. Dalam hitungan menit, timah panas bersarang di kepala dan leher Malala.'

Peristiwa tersebut menggegerkan dunia. Malala Yousat'zai, gadis usia 14 tahun ditembak oleh Taliban, kelompok Islam garis keras, karena kegigihannya memperjuangkan pendidikan untuk anak perempuan di Lembah Swat, Pakistan.

Buku ini merangkum berbagai informasi mengenai sepak terjang Malala, jauh sebelum insiden penembakan hingga perjuangan terkini si Bunga Jagung".


#ULASAN
“Aku harus bersuara. Jika aku diam, siapa yang akan berbicara?”
Kalimat diatas muncul dari seorang gadis pemberani bernama Malala Yousafzai. Malala merupakan pelajar kelahiran Mingora, lembah Swat, Pakistan, yang sejak berusia sebelas tahun telah aktif menjadi aktivis pendidikan anak perempuan. 


Pada tahun 2009, Taliban (kelompok militan bentukan AS saat perang melawan pengaruh Soviet) menguasai lembah Swat, dan mengeluarkan maklumat pelarangan pelarangan sekolah untuk anak-anak perempuan. Kegelisahan berada dibawah ancaman Taliban dan keinginannya kembali sekolah, Malala tuangkan dalam diary-nya yang menjadi pembuka buku ini. Selain melalui diary, Malala juga menuangkan pemikirannya melalui blog BBC berbahasa urdu dan pernah berpidato dengan tegas bahwa perempuan harus memiliki akses pendidikan yang sama dengan laki-laki. Keberaniaannya menantang tirani Taliban itu bukan tanpa risiko, pada 9 Oktober 2012, ia ditembak di dalam bus sekolah oleh sekelompok Taliban. Kondisinya parah, dua peluru bersarang di kepala dan tenggorokannya. Momen kebrutalan Taliban melakukan percobaan pembunuhan kepada Malala ini kemudian menjadi ‘monumen’ perlawanan terhadap totalitarianisme Taliban dan perjuangan menegakkan kembali hak dasar kehidupan manusia, yakni pendidikan.


Buku ini hadir sebagai sketsa kehidupan Malala yang dilengkapi dengan dokumentasi momen-momen penting dalam hidupnya. Keberanian dan kegigihan Malala dapat dijadikan contoh bagi anak-anak di Indonesia agar semangat meraih pendidikan setinggi-tingginya. Sebab dengan pendidikan itulah seseorang akan bisa mencegah dirinya terjangkiti kanker ekstremisme.

“Jika generasi baru ini tidak diberi pena, mereka akan diberi senjata oleh para teroris.”
-Malala Yousafzai