Sabtu, 27 Februari 2021

REVIEW BUKU INTROVER : SEBUAH NOVEL PENGGUGAT JIWA - M. F. HAZIM

Cover Buku Introver
(Sumber : Mizanstore)

 

Judul Buku : Introver

Penulis : M. F. Hazim

Penerbit : Alvabet

Tebal :  272 halaman

Tahun Terbit : 2020

Kategori : Fiksi, Novel

My Rated : 4,5/5


Hallo, Sobat Reader ! Introver, sebuah novel penggugat jiwa karya M.F Hazim. Buku yang membuatku ingin membacanya karena aku merasa cover dan judulnya mirip sepertiku. Novel yang dituliskan dengan sudut pandang orang pertama yang digunakan sang penulis mampu membuatku terbawa ke dalam dunia seorang introvert murni. 

Dari novel ini, kita diajak mengenal dan mendalami kepribadian dan kehidupan seorang introver bernama Nawawi. anak pendiam yang nyaris tak punya teman di sekolah. Baik sejak SMP maupun setelah menginjak SMA. Nawawi memiliki semacam kebanggaan pada idealisme dalam dirinya. Hal yang tak dimiliki kebanyakan remaja lain, yang tentu berseberangan dengan dirinya. Namun, pada saat-saat tertentu Nawawi merasa kesepian. Sejatinya, ia berharap bisa mendapatkan teman yang mengerti dirinya dan bisa diajak berbicara. Ia kemudian bertekad untuk belajar berbicara dan ramah terhadap orang lain. Sepanjang cerita juga ia menumpahkan gugatan dirinya atas dunia dan orang-orang di sekelilingnya tentang cara pandang mereka kepada introver yang ia anggap keliru.

Orang introvert terlalu sensitif terhadap dopamine yang merupakan senyawa transmisi saraf yang memiliki peran menyampaikan pesan dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya, karenanya jika seorang introvert mendapat terlalu banyak rangsangan eksternal maka hal ini akan membuatnya mengalami semacam "overload" dan kelelahan. Aku pikir hal ini sangat tepat untuk menjelaskan alasan kenapa aku merasa akan bisa "gila" jika berada di keramaian. Sedangkan hal yang sebaliknya malah dialami oleh orang ekstrover. Tubuh mereka memproduksi sedikit dopamine, karenanya jika mereka mendapat semakin banyak rangsangan eksternal maka mereka akan semakin "hidup". Sehingga otak mereka mendapatkan banyak adrenalin yang akan membuatnya menciptakan lebih banyak dopamine.

Meskipun secara keseluruhan novel ini relatable dengan kehidupanku, ada beberapa yang aku kurang sependapat. Mungkin karena kepribadian introver sendiri ada bermacam-macam dan salah satunya yang ekstrem seperti disajikan novel ini. 


"Aku biasanya hanya akan menarik diri dari peredaran dunia nyata dan melemparkan diriku ke negeri antah-berantah yang ada di dalam kepalaku."

-M.F. Hazim


Dari sisi cerita yang disampaikan cukup menarik dan tidak membosankan. Selain itu, hampir di setiap paragraf diceritakan secara filosofis, banyak kutipan menarik dan cukup quotable yang disajikan penulis didalam novel introver.

Ending dari buku ini membuatku senyum-senyum bahagia. Benar sekali bahwa kita (introver) hanya memerlukan seseorang yang "tepat" untuk bisa memahami kita dan membuka diri kita untuk lebih bisa bersahabat dengan kehidupan. Mungkin selanjutnya aku harus membaca buku tentang ekstrover dan ambiver agar lebih berimbang dan menambah warna bacaanku tentang kepribadian manusia.


"Aku takkan membiarkan sembarang orang melihat kotak harta karun dalam diriku. Hanya yang terpilih saja yang bisa membukanya. Satu lagi pertentangan dalam diriku, Aku sangat ingin orang lain mengenalku tapi selalu ragu dan takut untuk membuka diri."

-M.F. Hazim 

REVIEW BUKU SEJENAK HENING : MENJALANI SETIAP HARI DALAM HIDUP DENGAN SADAR, SEDERHANA DAN BAHAGIA - ADJIE SANTOSOPUTRO


 

Judul Buku : Sejenak Hening

Penulis : Adjie Santosoputro

Penerbit : Metagraf

Tebal :  310 halaman

Tahun Terbit : 2018

Kategori : Non-Fiksi, Self Improvement, Inspiration

My Rated : 4,5/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku yang menghipnotis aku ketika membacanya wkwk. Sejenak Hening, karangan Adjie Santosoputro mengajak kita untuk ‘ngerem’ dulu dari ketergesaan, keterburu-buruan, dan segala hiruk-pikuk kehidupan. Dengan bersejenak hening, kita diharapkan bisa kembali tersadar dan hadir secara utuh di masa kini, menyusuri lorong-lorong kedalaman diri dan menemukan makna keindahan dalam hidup yang kita dapatkan.


“Karena hening walau hanya sejenak itu penting. Karena hening walau hanya sejenak adalah sumber dari kebahagiaan dan sukacita.” 
-Adjie Santosoputro


Adjie Santosoputro adalah seorang lulusan fakultas psikologi UGM. Sejak 2010 menjadi trainer seputar meditasi dan happiness yang terbiasa memberikan solusi mengenai cara mengurangi stres, cerdas emosi, fokus, menjadi lebih damai dan bahagia. Melihat profil penulis yang memang expert di bidang meditasi, maka tidak kaget rasanya setiap kata yang dituliskan di buku ini terasa damai dan menenangkan. 

Fenomena kehidupan yang semakin berat persaingan dan tuntutannya menurut penulis, membuat setiap orang rentan mengalami stres. Padahal jika ditinjau dari sisi kesehatan, stres punya dampak yang cukup serius bahkan hingga fatal. Untuk itu penting bagi setiap orang untuk mempunyai kemampuan mengelola stres dan tetap hidup Bahagia. Apalagi di era yang mau tidak mau menyeret kita untuk masuk ke dalam dua dunia : maya dan nyata, ‘sejenak hening’ sangatlah penting untuk kembali ‘pulang’ ke dalam diri sendiri. Kalau sudah kembali ke ‘rumah’, maka kita akan menemukan apa itu yang disebut kebahagiaan hakiki, kebahagiaan yang dekat sekali dengan kita, kebahagiaan yang selalu ada.

Dalam penyampaiannya, penulis terkadang menganalogikannya seperti ‘Menutup Jendela’, salah satu cara agar tubuh kita tidak kebanjiran informasi dari luar adalah dengan tau kapan waktunya menutup dan kapan waktunya membuka jendela pikiran kita. Jangan sampai karena terlalu larut dengan hal yang kita tau sebenarnya itu tidak baik buat tubuh kita, tapi malah membiarkan tubuh kita dipandu, dibentuk bahkan dihancurkan oleh hal tersebut. 


“Dengan sinar kesadaran yang menerangi, kita dapat terhindar dari bahaya-bahaya yang ada.” 
-Adjie Santosoputro


Yang juga tak kalah menohok, yaitu ‘Melempar Bola’, karena terlalu sibuk dengan ‘ingin bahagia’ sampai lupa untuk ‘menjadi bahagia’. Kalau sudah begitu, ini seperti seseorang yang melempar bola lalu buru-buru menangkap bola tersebut, setelah tertangkap, dilempar lagi, terus begitu tanpa merasa puas. Maka buku ini mengingatkan bahwa Bahagia itu sekarang, bukan nanti ! Menjadilah bahagia, jangan ingin bahagia.


“Apapun cara yang kita pilih dan apa pun bantuan yang kita cari, kesempatan untuk sukses akan terbatas jika tidak belajar untuk menyadari penuh keberadaan diri secara menyeluruh saat ini, sekarang ini dan di sini.”
-Adjie Santosoputro


Tulisan-tulisan di buku ini dikemas dengan sederhana, mudah dibaca dan dimengerti, ditambah sentuhan-sentuhan humor yang semakin membuat nyaman pembaca. Beberapa kutipan kalimat diberi warna merah muda yang mencolok, sehingga energi yang disampaikan sangat kuat. Penulis juga menyelipkan beberapa testimoni atau pun komentar orang-orang tentang buku ini. 

Di bagian akhir buku, ada bab yang berisi transkrip tanya-jawab penulis dengan beberapa orang dari latar belakang berbeda seperti wartawan, penulis, master hypnotist, presenter, dll. Mas Adjie bertanya tentang hal-hal sederhana tentang kebahagiaan dan jawaban yang didapat unik-unik dan tentu saja menginspirasi.


"Membaca kata-kata dari Mas Adjie seperti membaca diri, menemukan beberapa bagian yang akan membuat diam. Baca sedikit terus diam yang menenangkan dan menyenangkan. Buku ini membuat kita juga memenangkan diri dari waktu. Jadi tambah ngerti… ooo ini Namanya hidupku, ya ?” 
-M. Ariyo Faridh Zidni (Consultant & Storyteller)


Well, setelah membaca buku ini di tengah-tengah kesibukan kegiatan di kampus membuat aku menemukan ‘obat’ yang bisa menyadarkanku untuk sejenak berhenti. Stop, meluangkan waktu sejenak dari segala rutinitas dan kesibukan. Bersantai sembari menikmati desir napas yang patut disyukuri, memperhatikan hal-hal kecil disekitarku yang sebenarnya bisa menjadi sumber kebahagiaan seperti mencium aroma buku, menikmati hangatnya kopi dan hal-hal kecil lainnya. Menimati setiap detik di saat ini, hari ini, waktu ini, sebelum semua itu meninggalkan kita. Buku ini cocok untuk pembaca yang ingin berlatih sejenak hening, menenangkan diri di segala situasi, kapan pun dan dimana pun. 

“Masa lalu sudah hilang, masa depan belum ada sekarang. Jika kita tidak kembali ke diri kita sendiri di saar ini, sekarang kita tidak akan bisa bersentuhan dengan kehidupan.”
-Adjie Santosoputro


Jumat, 26 Februari 2021

REVIEW BUKU MUHAMMAD LELAKI PENGGENGGAM HUJAN : SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - TASARO GK

 

Cover Muhammad : Lelaki Penggenggam Hujan
(Sumber : Kemenag)

Judul Buku : Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan

Penulis : Tasaro GK

Penerbit : Bentang

Tebal :  650 halaman

Tahun Terbit : 2010

Kategori : Fiksi, Novel-Sejarah Agama

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku pertama dari Tetralogi Muhammad karya Tasaro GK. Buku ini berjudul Muhammad : Lelaki Penggenggam Hujan. Sebuah buku tentang biografi Nabi Muhammad yang unik menurutku, karena disajikan dalam bentuk novel.

Sudah lama sebenarnya ingin membaca buku ini, dan begitu tahu kalau buku ini ada di IPUSNAS, langsung saja aku meluncur membacanya. Meskipun memakan waktu lama untuk menuntaskannya karena halamannya lumayan banyak, tapi terbayar tuntas dengan indahnya jalinan kata dan cerita yang dituliskan oleh Tasaro GK.

Di buku pertama dari Tetralogi Muhammad ini, Tasaro menghadirkan bagian-bagian penting dalam perjalanan Muhammad saw. mulai dari kelahiran sampai peristiwa Fathu Makkah (pembebasan Makkah). Cerita tentang Rasulullah ini dikemas dengan menawan, meskipun menggunakan alur maju-mundur, tetapi suasana yang terbangun membuat pembaca merasa seakan-akan menyaksikan langsung setiap peristiwa itu. 

Beberapa peristiwa besar tentang Rasulullah pernah aku dapatkan baik itu dari ceramah-ceramah, artikel, maupun cerita para guru di kelas. Tetapi aku belum pernah membaca buku tentang sirah nabawiyyah, sehingga ketika membaca novel ini ternyata ada banyak detail-detail peristiwa yang aku baru tahu. 

Salah satu peristiwa kecil yang membuatku terenyuh adalah ketika ditengah perjalanan Rasulullah bersama rombongan menuju ke Makkah, ada seorang muslim bernama Ju’ail terduduk melindungi sesuatu di pinggir jalan. Kemudian seseorang bertanya, “Ju’ail, apa yang sedang kau lakukan? Mengapa kau berpisah dari barisanmu?” Ju’ail pun menjawab bahwa ia sedang menjalankan perintah Rasulullah untuk melindungi induk anjing dan anak-anaknya yang baru lahir, Beliau khawatir gelombang puluhan ribu muslim akan membahayakan mereka. Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad !

Selain kisah tentang Rasulullah, di lain daerah dengan waktu yang sama, Tasaro juga mengangkat kisah pemuda yang dijuluki Sang Pemindai Surga bernama Kashva, orang kepercayaan Khosrou, Raja Persia. Bermula dari kegiatan surat-menyurat dengan temannya, ia kemudian terbawa pada perjalanan spiritual untuk mencari sosok Astvat-ereta, Nabi yang dijanjikan dalam ajaran Zoroaster. 


“Mengetahui bagaimana agama-agama lain menerjemahkan bahasa Tuhan adalah sebuah proses yang mengasah otakmu, tidak harus berakhir dengan pertukaran imanmu.”

-Tasaro GK 


Selama perjalanan ia mengalami perbincangan dengan berbagai tokoh. Salah satunya dengan Astu, perempuan yang sangat dicintainya. Dari diskusi mereka mencoba menafsirkan suatu ayat dalam kitab suci mereka berujung kesimpulan bahwa Sang Nabi yang dinubuatkan itu adalah Lelaki Penggenggam Hujan, sementara ada kaum / bangsa lainnya yang merasa seolah-olah merekalah yang ‘menggenggam hujan’ padahal bukan. Hujan disini bermakna wahyu Tuhan. Dari berbagai peristiwa dan perbincangan yang Kashva lalui, membuatnya semakin yakin tentang kedatangan Sang Astvat-ereta yang dalam bahasa lain juga disebut Himada, Shalom, Namiuchi, dan Maitreya. 


“Raja Dunia, Cahaya, Penuntun Umat Manusia, Pelindung Semua Bangsa. Jika dia memang ada, alangkah  sempurnanya Sang Pangeran Kedamaian itu.”


Kepiawaian penulis dalam merangkai dua kisah ini secara bergantian membuat aku tidak kesulitan dalam merangkai benang merahnya. Penulis sendiri menyadari membuat novel tentang Rasulullah tentu akan menimbulkan kontroversi, namun penulis menganggap hal ini adalah bagian dari kecintaan mereka terhadap Rasulullah. Menurutku sendiri, niat penulis membuat novel ini juga bagian dari kecintaan dan kerinduan beliau kepada Rasulullah, penulis dalam menyebut Muhammad saw. juga berkali-kali dengan pujian yang mengagungkannya, seperti wahai Lelaki yang Memiliki Hati Terjaga Suci, Lelaki yang di Hati dan Lidahnya Tak Pernah Ada Dusta, dan lain sebagainya.

Sebuah novel yang indah, cocok sekali untuk menyimak kisah Rasulullah dengan penyampaian yang ringan dan menarik. Sangatlah banyak tentunya pelajaran yang bisa dipetik dalam buku ini, dan aku ingin membaca kelanjutan buku ini karena ending dari buku ini masih menggantung. 


“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” 

-(QS Al Anbiya: 107)

REVIEW BUKU LE PETIT PRINCE : PANGERAN CILIK - ANTOINE DE SAINT-EXUPERY

 

Cover Buku Le Petit Prince
(Sumber : Gramedia)

Judul Buku : Le Petit Prince

Penulis : Antoine de Saint-Exupery

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal :  118 halaman

Tahun Terbit : 2011

Kategori : Fiksi, Novel

My Rated : 4,5/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku yang isinya mengacak-acak ‘orang dewasa’ wkwk. Judulnya Le Petit Prince : Pangeran Cilik. Buku ini ditulis oleh Antoine de Saint-Exupery saat dalam pengasingan di Amerika antara tahun 1941-1943.

Hebatnya buku ini termasuk yang paling banyak diterjemahkan di dunia. Konon pernah disadur dalam 230 bahasa asing. Jadi tak heran kalau buku ini termasuk karya agung sastra dunia yang tak terlupakan. Dan banyak yang merekomendasikan wkwk.

Buku ini tipis, dibagi dalam 27 bagian dan tiap bagiannya tidak panjang. Ilustrasinya pun dibuat sendiri oleh penulis. Isinya imajinatif sekaligus filosofis. Penuh satire kepada orang dewasa yang terlampau serius dan sibuk mementingkan angka-angka.


“Jika kau berkata kepada orang-orang dewasa, 'Aku melihat rumah indah terbuat dari bata merah jambu, dengan bunga geranium di jendela-jendelanya, dan merpati di atapnya', mereka tak bisa membayangkan rumah semacam itu. Kau harus berkata, ‘Aku melihat rumah yang harganya seratus ribu franc;’ Maka  mereka akan berseru, ‘Oh pasti indah sekali!” 

-Antoine de Saint-Exupery


Lewat Pangeran Cilik, kita diajak memahami dunia dari kacamata anak-anak. Anak-anak yang dengan polos dan jujurnya mengutarakan apa yang ia lihat. Anak-anak yang luas imajinasinya. Anak-anak yang selalu ingat apa yang ia cari, ingat dengan apa yang pernah ditanyakan, sampai ia dapatkan jawabnya.

Bagian paling satire ketika Pangeran Cilik menjelajahi planet-planet. Di tiap planet ia bertemu orang dewasa yang ganjil menurutnya. Mulai dari raja yang berkuasa tapi tak punya rakyat ? orang sombong yang selalu ingin dipuji, pengusaha yang menyibukkan diri, pemabuk yang minum tuk menutupi malu karena mabuk ? penyulut lentera yang taat dengan aturan, dan seorang ahli bumi yang hanya mengetahui teori. 

Ketika sampai planet Bumi, lebih banyak lagi pelajaran hidup yang bisa kita petik. Pangeran Cilik menjelajahi gurun pasir, mendaki gunung, bertemu ular, rubah dan lain-lain.


"Inilah rahasiaku. Sangat sederhana : hanya lewat hati kita melihat dengan baik. Yang terpenting tidak tampak di mata"

-Antoine de Saint-Exupery

.

Kalimat diatas mengingatkan kita bahwa banyak hal-hal baik, luar biasa, kecil maupun besar yang sering tak terlihat oleh mata kita, tapi terlihat oleh hati. Buku ini bisa menjadi perenungan bagi orang dewasa sekaligus pengingat bahwa orang dewasa juga pernah jadi anak-anak. Jadi, buku ini aku rekomendasikan untuk kamu yang ingin melihat dunia dari sudut pandang anak-anak. Seru !!!


REVIEW BUKU AKU BERSAKSI TIADA PEREMPUAN SELAIN ENGKAU - NIZAR QABBANI

Cover Buku Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau
(Sumber : Basa Basi)


 Judul Buku : Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau

Penulis : Nizar Qabbani

Penerbit : Basa Basi

Tebal :  272 halaman

Tahun Terbit : 2018

Kategori : Fiksi, Kumpulan Puisi

My Rated : 3,5/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku yang berisi puisi-puisi cinta yang pernah aku baca di IPUSNAS. Judulnya Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau karya Nizar Qabbani.

Seringkali ketika membaca suatu buku yang mengutip puisi atau prosa terjemahan dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia, menurutku cita rasa puitisnya seakan tidak ada. Hal ini dibahas oleh Arif Bagus Prasetyo dalam prolognya, menurutnya puisi sangat sulit atau bahkan mustahil untuk diterjemahkan, maka tak heran bahwa kerja menerjemahkan puisi adalah sebuah bentuk ‘kegilaan’.

Kegilaan yang dilandasi cinta keras kepala kepada bahasa dan sastra membuat Musyfiqur Rahman tertarik untuk menerjemahkan karya-karya puisi dari Nizar Qabbani, sastrawan asal timur-tengah. Buku dengan judul aslinya “Asyhadu An La Imraata Illaa Anti’ di-Indonesiakan menjadi ‘Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau’

Dalam ukuran menerjemahkan puisi, menurutku kerja keras Musyfiqur Rahman sangatlah baik, karena aku bisa menikmati setiap bait puisi dalam buku ini. Aku pun sependapat dengan komentar Prof. Dr. KH. Abd A’la yang menyebut Musyfiqur Rahman tidak hanya sukses menerjemahkan secara akurat tetapi juga bisa mengusung suasana batin sang penyair ke dalam alam Indonesia. Disinilah dapat terbukti bahwa bahasa sastra sebagai representasi nurani manusia benar-benar universal.

Perempuan selalu menarik diperbincangkan, puisi-puisi Qabbani dalam buku ini begitu bergairah terutama ketika membahas cinta. Qabbani termasuk penganut prinsip bahwa cinta tidak bisa di definsikan, seperti tergores dalam sajaknya, “Aku anti setiap definisi dalam cinta… Aku pelaku cinta, tapi jika mereka bertanya tentang cinta. Aku memilih untuk tak angkat bicara”

Dalam keyakinan penyair, puisi merupakan nyawa bagi kehidupan bercinta. Beginilah kondisi seseorang yang sedang dimabuk cinta. “Kupersembahkan kematianku kepadamu, dalambentuk puisi.” Tidak tanggung-tanggung dalam berkontemplasi, diksi-diksi yang dipilih Qabbani mampu menggetarkan jiwa. Suara batin yang bergemuruh terasa intens dalam setiap sajaknya. 

Cinta yang dihadirkan dalam buku ini tidaklah sempit. Cinta disini bukan hanya cinta kepada lawan jenis, tetapi juga Tuhan, alam, dan sekitarnya. Cinta-nya kepada perempuan juga bukan sekedar cinta batiniah, tetapi juga cinta yang menggetarkan fisik (biologis). Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Konsep penulisannya dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Bahasa Arab. Apabila kamu tertarik membaca puisi terjemahan, buku ini aku rekomendasikan untuk jadi bacaan !


Aku bersaksi tiada perempuan

Yang mampu menyita perhatianku

Separuh dari apa yang telah kau rampas

Yang mampu menjajah hidupku seperti yang kau lakukan

Dan membebaskanku seperti yang kau lakukan


-Nizar Qabbani 


REVIEW BUKU CORAT-CORET DI TOILET - EKA KURNIAWAN

 

Cover Buku Corat-Coret di Toilet
(Sumber : Mojok)

Judul Buku : Corat-Coret di Toilet

Penulis : Eka Kurniawan

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal :  140 halaman

Tahun Terbit : 2014

Kategori : Fiksi, Cerpen

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas salah satu buku penuh satire pernah aku baca di IPUSNAS. Judulnya Corat-Coret di Toilet. Buku ini adalah kumpulan cerpen bergaya sarkas dan satir karya sastrawan Eka Kurniawan. Ada dua belas judul cerpen dalam buku ini. Secara keseluruhan berlatar masa awal-awal reformasi, mengandung pesan politik yang kuat pasca orde baru, dan pada intinya berkisah tentang bumi manusia dengan segala persoalannya.

Kisah favoritku tentu yang berjudul 'Corat-Coret di Toilet'. Di bagian ini Eka menggambarkan dengan vulgar keresahan penuh kejujuran dari para mahasiswa dengan bermacam latar belakang yang dituliskan di dinding toilet. Saling bersahutan, dalam ruang tertutup yang jauh lebih mengusik hati dan pikiran daripada kepalsuan di ruang terbuka. 


"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet." 

-Eka Kurniawan


Kisah favorit lainnya berjudul 'Siapa Kirim Aku Bunga ?' yang bercerita seorang lelaki kolonial dibuat penasaran karena sering dikirimi bunga oleh orang misterius. Setelah diselidiki, betapa kaget dirinya mengetahui kalau orang yang mengirim bunga itu ialah gadis pribumi yang selama ini ia jajah.

Ada pula kisah seorang gadis yang dikekang oleh orang tuanya tidak boleh keluar malam. Sekalinya keluar malam itu pun dikawal oleh ayah dan ibunya. Hingga suatu hari hasrat ingin keluar malamnya tak tertahan, ia menyelinap keluar rumah untuk bertemu lelaki pujaannya. 


"..., dan semua orang tahu jatuh cinta sering kali membuat orang menderita. Cinta membuat orang begitu tolol, dungu dan bodoh. Tapi kadang cinta membuat seseorang juga menjadi pemberani." 

-Eka Kurniawan


Semua ceritanya bagus, mengangkat relitas masyarakat pada waktu itu. Dikemas dengan sederhana namun tidak menghilangkan kuatnya pesan yang ingin disampaikan, bahkan bisa disebut provokatif. Beberapa selingan humornya bikin meringis. 

Setelah membaca buku ini, menurutku para pembaca akan terusik empatinya, terbangun kegelisahannya dan terpacu nalar kritisnya dalam mencari benang merah antara masalah mendasar di kehidupan masyarakat degan karut-marutnya pengelolaan negara.

Ada api tergambar di cover buku ini, seakan mengamini nyalanya api kecil keberanian dalam hati tiap pembacanya. Buku yang ringan dengan pesan kritik sosial terhadap gemuruh politik pasca orde baru. Tapi jadi sangat ABSURD kalau kumpulan cerpen ini jadi alat bukti tindak kriminal ! ABSURD !


Rabu, 24 Februari 2021

REVIEW BUKU THINK LIKE A FREAK : BERPIKIR TIDAK BIASA UNTUK HASIL YANG LUAR BIASA - STEVEN D. LEVITT DAN STEPHEN J. DUBNER

Cover Buku Think Like a Freak
(Sumber : Mizan)

 

Judul Buku : Think Like a Freak

Penulis : Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

Penerbit : Noura Books

Tebal :  268 halaman

Tahun Terbit : 2016

Kategori : Non-Fiksi, Self Improvement

My Rated : 3,8/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku tentang ‘berpikir’ tetapi dengan metode lain daripada yang lain. Aku bacanya di IPUSNAS, judulnya menarik, Think Like a Freak. Think like a freak adalah sebuah buku yang berusaha membujuk pembacanya untuk berpikir layaknya ‘orang aneh’ dalam menyelesaikan suatu masalah. Ditulis oleh profesor ekonomi, Steven D. Levitt dan penulis dari The New York Times, Stephen J. Dubner.

Sebelum buku ini terbit, keduanya pernah menulis dua buku best seller tentang ekonomi berjudul Freakonomics dan Superfreakonomics. Jadi tidak heran kalau di buku Think Like a Freak ini, sentuhan-sentuhan ekonominya sangat terasa.

Salah satu bab yang menarik menurutku, apabila kita ditanya “Apa Tiga kata yang paling sulit diucapkan?”. Jawabnya bukan “I Love You”. Namun “Aku tidak tahu” tau “I Don’t Know”. Menurut penulis, sebagian besar orang enggan (atau bisa disebut gengsi) mengucapkan kata-kata tersebut. Orang-orang pada dasarnya tidak mau tampak bodoh atau kelihatan bodoh. Sehingga mereka memilih menjawab dengan kepura-puraan. Ini bisa berdampak luas apabila orang itu pembuat kebijakan yang berdampak pada orang banyak. 

Padahal, hanya karena Anda hebat dalam satu hal bukan berarti Anda bagus dalam segala hal. Jadi disini penulis menekankan pentingnya menyadari kekurangan diri, sadar bahwa kita tidak mengetahui segalanya dan ini menjadi langkah awal dalam menyelami buku ini, “jangan malu oleh seberapa banyak yang belum Anda tahu.”

Selain itu, pembahasan soal mendefinisikan ulang dan mengurai suatu masalah sampai ke akar penyebabnya juga cukup menarik. Menurut penulis menerapkan kebiasaan ini akan sangat efektif dalam menyelesaikan suatu masalah. Dengan mendefinisikan ulang suatu masalah akan mendorong kita menemukan serangkaian solusi baru, dan dengan mengatasi akar penyebab masalah kita sedang mengatasi masalah yang sesungguhnya, dan bukan hanya mengatasi bayangan -sesuatu yang bukan akar penyebab masalah. Karena masih sering orang-orang berusaha mengatasi masalah hanya dengan menghilangkan ‘gejala’nya bukan ‘virus/bakteri’ penyebab masalah itu. Dalam hal ini penulis mencontohkan soal tingkat kejahatan / kriminalitas, kebanyakan pemerintah akan mengatasinya dengan memperketat aturan dan memperbanyak petugas keamanan, padahal itu hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Jika pembaca menghendaki kreativitas dan pendekatan baru dalam menyelesaikan masalah, aku merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Cara penulis merangkai data dan narasi patut diacungi jempol karena membuat cerita menjadi menarik, ditambah sentuhan anekdot yang khas membuat insight-insight yang dimasukkan penulis mengalir dengan licinnya.


“Dunia modern menuntut agar kita semua berpikir sedikit lebih produktif, lebih kreatif, lebih rasional agar kita berpikir dari sudut yang berbeda dengan seperangkat otot yang berbeda dengan harapan yang berbeda agar kita berpikir tidak dengan rasa takut ataupun keuntungan, tidak dengan optimism buta ataupun skeptisisme suram. Agar kita bisa berpikir seperti orang aneh.”

-Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner