Minggu, 21 Februari 2021

REVIEW BUKU SENI HIDUP BERSAHAJA : 100 PRAKTIK HARIAN UNTUK HIDUP TENANG DAN BAHAGIA - SHUNMYO MASUNO

 

Cover Buku Seni Hidup Bersahaja
(Sumber : Gramedia)

Judul Buku : Seni Hidup Bersahaja

Penulis : Shunmoyo Masuno

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal :  228 halaman

Tahun Terbit : 2019

Kategori : Non-Fiksi, Self-Help

My Rated : 3,8/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku terjemahan dari bahasa Jepang pertama yang pernah aku baca di IPUSNAS. Judulnya Seni Hidup Bersahaja : 100 Praktik Harian untuk Hidup Tenang dan Bahagia ditulis oleh Shunmyo Masuno.

Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi 100 resep untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar hidup tenang dan bahagia. Shunmyo Masuno sendiri adalah pendeta utama dalam sebuah kuil Budhhis Zen di Jepang. Jadi, semua resep di buku ini berdasarkan perspektif Zen, penulis menyebut Zen sebagai suatu kebiasaan yang pada dasarnya adalah bagaimana cara manusia dapat hidup di dunia dengan sederhana dan bahagia.

Buku ini lebih enak dibaca saat pembaca dalam kondisi capek dengan kehidupan, bosan dengan segala beban dan kerumitan, pikiran sedang kacau, stress dan pengap. Kenapa ? karena “Seni Hidup Bersahaja” isinya tidaklah berat, semua yang ditulis disini sebenarnya hal-hal yang remeh temeh dalam keseharian kita. Namun, tak jarang hal kecil itu terabaikan.

Misalnya tentang menjejerkan sepatu dengan rapi, bangun pagi lebih awal, menikmati makanan dan minuman, mengatur napas, bersyukur, dan masih banyak lagi. Masuno membaginya dalam 4 bagian : 

  • 30 Cara membugarkan ‘diri saat ini’, berisi resep untuk melakukan sedikit perubahan pada kebiasaan kita.
  • 30 Cara menginspirasi kepercayaan diri dan keberanian untuk hidup, berisi resep untuk mengubah sudut pandang kita tentang kehidupan.
  • 20 Cara untuk meredakan kebingungan dan kecemasan, berisi resep untuk mengubah cara kita berinsteraksi dengan orang lain.
  • 20 Cara untuk menjadikan setiap hari adalah hari terbaik, berisi resep untuk merasa cukup, positif dan lebih mengarah ke spiritualitas.


Dalam mendukung narasinya, Masuno memberikan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan, lalu menjelaskan apa benefit jika hal ini diterapkan. Konsep penulisan yang monoton seperti ini tentu bisa membuat pembaca bosan. Ditambah lagi menurutku dari ke-100 resep ini sebenarnya ada yang mirip-mirip bahkan sama persis yang alangkah lebih praktis jika tidak diulang lagi. Jadi, ibarat obat, isinya sama tapi berbeda merek atau nama dagang.

Semua yang disampaikan praktis dan aplikatif. Penjelasannya juga singkat dan jelas, hanya 2 halaman setiap resepnya, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Bahasa terjemahannya juga sangat baik, ditambah ilustrasi di setiap sub-babnya jadi poin plus untuk buku ini. Jadi, buku ini bisa jadi salah satu referensi untuk mengusir stress, mengendalikan kemarahan, mengobati kecemasan dan yang paling penting menumbuhkan rasa tenang dan bahagia.


“Di dunia masa kini, ketika kita selalu dibanjiri informasi, ada kecenderungan melalaikan otak kita sendiri untuk berpikir. Seringkali sepertinya kita akan meledak karena penuhnya pengetahuan. Tetapi, kita sendiri yang harus memutuskan bagaimana kita akan menjalani hidup. Lihatlah sebanyak mungkin. Dan pastikan kita berpikir dengan kepala kita sendiri”
-Shunmoyo Masuno


REVIEW BUKU CINTA PAKET HEMAT - RETNI SB

 


Judul Buku : Cinta Paket Hemat

Penulis : Retni SB 

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal :  280 halaman

Tahun Terbit : 2007

Kategori : Fiksi, Novel

My Rated : 3,5/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas novel kisah cinta seseorang yang penulisnya bilang ‘hemat’, Cinta Paket Hemat. Novel ini berisi kisah cinta seorang wanita karier, perantauan dari Kalimantan yang menghabiskan hidupnya di tengah hiruk-pikuk Ibukota Jakarta. Namanya adalah Pipit.

Kisah itu dibagi menjadi 26 bagian yang mengisahkan perjalanan cinta secara urut mulai dari karier, musibah, suka-duka, lika-liku sampai pada menemukan cinta sejati di akhir kisah ini. 


"Aku hanyalah aku. Bisa tak berdaya. Bisa tak tau mau apa dan bagaimana. Bisa menjadi buntu. Seperti sekarang..." 
-Retni SB


Sebenarnya secara cerita menurutku tidak terlalu spesial, namun ada hal yang menjadi bumbu sedap kisah ini adalah keberadaan Lio, bocah laki-laki berumur 5 tahun, penderita autis, yang akan mewarnai kisah hidup si Pipit. 

Kisah-kisah ini ditulis Kak Retni dengan bahasa yang ringan, di selingi sesekali dengan bahasa daerah (Jawa, Kalimantan) tetapi di kasih juga terjemahannya di bagian bawah, sehingga pembaca mudah memahaminya.

Dari covernya warna cokelat dan ada sebuah kotak. Mungkin maksudnya adalah "paket". Sedangkan tas menggambarkan seorang Pipit yang pekerja keras namun tetap tidak menghilangkan karakter khas wanitanya. Ada pula kamera yang menggambarkan sosok Aries sebagai seorang jurnalis. Siapakah Aries ? Bacalah bukunya... hehe.

Aku akan selalu ingat pesan ini, terutama ketika sedang berlibur ke suatu tempat :

 

"Jangan meninggalkan sesuatu, selain jejak kaki. Jangan mengambil sesuatu, selain gambar. Jangan membunuh sesuatu, selain waktu."

-Retni SB

Sabtu, 20 Februari 2021

REVIEW BUKU KESETRUM CINTA : KISAH JENAKA PRIA JAWA MENIKAH DENGAN PEREMPUAN SWISS - SIGIT SUSANTO



Judul Buku : Kesetrum Cinta

Penulis : Sigit Susanto

Penerbit : Buku Mojok

Tebal :  264 halaman

Tahun Terbit : 2016

Kategori : Fiksi, Novel

My Rated : 3,8/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas novel tentang kisah percintaan yang lucu. Judulnya Kesetrum Cinta karangan dari Sigit Susanto. Bagaimana rasanya menikah dengan orang yang beda budaya ? beda negara ? beda agama ?

Ya, buku ini menceritakan bagaimana kisah cinta dari Si penulis yaitu Sigit Susanto dengan Sang istri Claudia Beck. Sigit yang merupakan seorang pemandu wisata di Bali pada akhirnya menikah dengan seorang turis yang kesekian kalinya dia "pandu" berwisata di Bali, yaitu Claudia Beck asal Swiss. 

Kesetrum cinta yang berlanjut ke jenjang pernikahan ini di tuliskan dengan penggalan-penggalan bab, dimana setiap bab-nya hanya beberapa halaman sehingga pembaca mudah menangkap isi dari kisah itu.

Aku sangat menikmati sajian cerita-cerita jujur dan polos tentang kisah perjalanan dan gegar budaya antara dua orang ini. Kisah-kisah itu banyak yang kocak, lucu, menggelitik hingga membuat ku tertawa sendiri, kadang juga menyentuh hati dan beberapa sampai membuatku geleng-geleng kepala.

Bagaimana tidak ? Seorang lelaki asli Kendal, Jawa Tengah yang hidup dalam budaya timur (cenderung mistisme) hidup bersama seorang wanita Swiss dengan budaya barat (cenderung rasionalisme), pasti satu sama lain saling beradaptasi. 

Pada umumnya kisah-kisah ini menggambarkan perbandingan budaya antara Indonesia dengan Barat, namun tidak jatuh pada penghakiman baik atau buruk. Memang terkadang penulis memberi komentar yang sifatnya baik-buruk, tetapi tidak menjadi "hakim moral" yang menyarankan pembaca untuk begini begitu.

Satu hal yang aku petik dari buku ini adalah perbedaan budaya yang mencolok itu bisa dikelola menjadi suatu energi dengan jalan humoris.


REVIEW BUKU MAN'S SEARCH FOR MEANING - VIKTOR E. FRANKL

 

Cover Buku Man's Search For Meaning
(Sumber : Mizan)

Judul Buku : Man’s Search For Meaning

Penulis : Viktor E. Frankl

Penerbit : Noura Books

Tebal :  256 halaman

Tahun Terbit : 2018

Kategori : Non-Fiksi, Inspirasi

My Rated : 4,8/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas salah satu buku kocak yang pernah aku baca di IPUSNAS. Judulnya Man’s Search For Meaning ditulis oleh psikiater terkemuka, Viktor E. Frankl. 


“Saya percaya, tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa lebih efektif membantu seseorang untuk bertahan bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun selain kesadaran bahwa hidupnya memiliki makna.” 
–Viktor E. Frankl

Buku tentang sebuah pencarian makna kehidupan ? Hmmm why not !? Tiga harian menyelesaikan buku ini, catatanku panjang ! Karena menurutku banyak poin-poin penting yang layak dicatat. Man’s Search for Meaning termasuk buku paling berpengaruh di Amerika, telah diterbitkan dalam 49 bahasa dan 190 edisi, sesuatu yang luar biasa ! Dalam buku ini, Frankl memberikan sebuah petunjuk sangat penting kepada para pembaca yang tengah mencari jawaban untuk berbagai dilema kehidupan: ia tidak memberi tahu orang apa yang harus dilakukan, melainkan mengapa mereka harus melakukannya.

DR. VIKTOR E. FRANKL adalah seorang neurolog dan psikiater terkemuka di Eropa. Teorinya dikenal sebagai logoterapi. Selama Perang Dunia II, dia tinggal di kamp konsentasi NAZI selama 3 tahun di Auschwitz, Dachau, dan kamp konsentrasi lain. Pengalaman selama terisolasi di kamp itu dideskripsikan dengan sudut pandang psikologi di buku ini. Sebagaimana diyakini oleh Frankl dan juga berdasarkan pengamatan kepada rekan-rekannya, sesungguhnya manusia tidak dapat menghindari penderitaan, seburuk apapun keadaan, kita masih punya kebebasan terakhir, yaitu kebebasan untuk bersikap terhadap situasi tersebut. Kita bebas memilih bagaimana menghadapinya, menemukan makna di dalamnya dan bergerak maju mewujudkan harapan.

Frankl menggambarkan bagaimana situasi psikologis para tawanan dalam periode ‘mengerikan’ ini. Dimulai dari fase awal merasakan kehidupan di kamp konsentrasi, mereka diselimuti rasa syok yang bukan main. Kemudian setelah beberapa hari, memasuki fase kedua, dimana rasa apati mulai muncul. Saat itu perasaannya sudah bebal sehingga dia melihat orang-orang yang menderita, baik yang setengah mati atau sudah mati, sudah menjadi hal yang lazim, tanpa merasakan apa pun. Ketika sampai di fase ketiga, muncul suatu bahaya (dalam kaitannya dengan kesehatan psikologis) sesaat setelah dia dibebaskan, terutama karena tekanan tersebut dilepaskan secara mendadak. Bisa jadi mereka malah mencari pembenaran atas tingkah laku mereka berdasarkan pengalaman mereka yang mengerikan. 

Setelah melewati pengalaman Holocaust itu, Frankl menciptakan teori yang ia sebut Logoterapi, yaitu suatu pencarian makna hidup yang bisa membuat orang tetap bertahan bahkan dalam kondisi terburuk. Pada bagian kedua, Frankl menjabarkan teorinya itu. Disini pembaca akan banyak menjumpai istilah-istilah psikologi, sebuah hasil penelitian, teori, dan praktiknya. Pada bagian ketiga, lebih khusus membahas tentang ‘optimisme di tengah tragedi’.

Buku ini bagus banget ! Aku yang bukan mahasiswa pasikologi bisa paham beberapa ilmu tentang psikologi, yaa karena Frankl berhasil menjabarkan dengan contoh yang mudah diterima, mudah kita jumpai di lingkungan sekitar. Secara keseluruhan isinya masih relevan dengan kondisi saat ini yang dibuktikan oleh riset tentang kehampaan eksistensial yang terjadi. Fenomena ini terutama tercermin dalam bentuk rasa bosan. Kenyataannya, sekarang ini masalah yang diakibatkan oleh kebosanan dan dibawa ke hadapan para psikiater lebih banyak dibandingkan masalah yang diakibatkan oleh stress. Buku ini cocok dibaca siapa saja ! Lebih menghayati lagi ketika pembaca memiliki masalah dengan pencarian makna hidup.


“Perhatian utama manusia bukan untuk mencari kesenangan atau menghindari kesedihan, tetapi menemukan makna dalam hidupnya.”
-Viktor E. Frankl


Jumat, 19 Februari 2021

REVIEW BUKU LELUCON PARA KORUPTOR - AGUS NOOR

 

Cover Buku Lelucon Para Koruptor
(Sumber : Mojokstore)

Judul Buku : Lelucon Para Koruptor

Penulis : Agus Noor

Penerbit : Diva Press

Tebal :  272 halaman

Tahun Terbit : 2017

Kategori : Fiksi, Cerpen

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas salah satu buku kocak yang pernah aku baca di IPUSNAS. Judulnya Lelucon Para Koruptor ditulis oleh Agus Noor. Lelucon Para Koruptor adalah kumpulan cerpen dari Agus Noor yang berisi kritikan sosial dan dikemas dengan jenaka. Isu korupsi memang menjadi tema utama, namun ada pula upaya untuk mengangkat suara-suara masyarakat bawah soal kemiskinan. 

Agus Noor yang dikenal sebagai cerpenis terkemuka dalam sastra Indonesia kontemporer dengan gaya jenaka dan satir menjadikan buku ini renyah dilahap. Aku yakin walaupun ada pembaca buku ini yang bukan penikmat politik, pasti akan tertawa hehe. Buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar komik yang bisa jadi selingan atau alat bantu membuat imajinasi makin liar wkwk.

Ada tiga kisah yang paling kusuka. Pertama, tentang sebuah kasus pembunuhan terhadap seorang Jenderal yang konon ada hubungannya dengan skandal mega korupsi di negeri itu. Peristiwa ini nyaris ‘bersih’, tak menyisakan seorang saksi pun, tapi kemudian diketahui bahwa ada seekor anjing, maksudku ini anjing beneran, dan anjing itu buta, yang sempat berada di TKP pembunuhan itu. Akhirnya, anjing buta ini dijadikan satu-satunya saksi di pengadilan yang digelar terbuka, kekonyolan selama berlangsungnya sidang ini seakan menggambarkan bagaimana hukum disuatu negeri berjalan.


“Kegilaan memang selalu menyebalkan, tetapi kegilaan juga membuat kita terpuaskan”
-Agus Noor

Kedua, kisah tentang seorang penyair yang meninggal dalam sunyi. Arwahnya hidup, bergentayangan mencari satu kata yang menurutnya telah hilang. Kata yang paling diharap-harapkan bisa diimplementasikan oleh para pemimpin dan politikus. Konon, kata ini hilang akibat kebohongan yang telah menjalar kemana-mana.

Ketiga, kisah seorang koruptor, ditampilkan dengan karakter yang menggelikan, menjadi warna ‘pembeda’ dari buku ini wkwk. Koruptor ini dinobatkan sebagai koruptor paling jujur, dan ia begitu dielu-elukan sama banyak orang, walaupun opini-opininya tentang korupsi yang bertebaran di koran-koran mendapat kecaman dari berbagai kalangan.


“Kamu pasti pernah mendengar lelucon, dulu koruptor melakukan korupsi di bawah meja. Kemudian mulai terang-terangan, korupsi dilakukan di atas meja. Sekarang, mejanya pun sudah berani dikorupsi. Ini benar-benar menyedihkan saya. Para koruptor itu sama sekali tak memahami kalau sesungguhnya korupsi itu sebuah seni. Perlu imajinasi seperti seorang seniman menghasilkan karya yang memesona. Korupsi itu seni tingkat tinggi.”
-Agus Noor


Tidak ada kesulitan dalam mencerna ‘candaan’ dalam buku ini yang mengalir dengan enaknya. Kebusukan, kejahatan, kegelapan dalam realitas kehidupan jadi terasa asik untuk ditertawakan. Aku justru merasa ‘candu’, hingga tak terasa sudah sampai di halaman terakhir wkwk. Well, buku yang sangat pas dibaca hari-hari ini. 


“Bila pemimpin itu politikus, ia akan menyelesaikan masalah dengan cara membuat masalah baru, agar masalah lama tertutupi.”
-Agus Noor


REVIEW BUKU MELIHAT API BEKERJA - AAN MANSYUR

 

Cover Buku Melihat Api Bekerja
(Sumber : Gramedia)

Judul Buku : Melihat Api Bekerja

Penulis : Aan Mansyur

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal :  164 halaman

Tahun Terbit : 2015

Kategori : Fiksi, Puisi

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku kumpulan puisi berjudul Melihat Api Bekerja yang pernah aku baca di IPUSNAS. Buku ini merupakan salah satu karya terbaik dari Aan Mansyur menurutku. 

Setelah sebelumnya menikmati puisi-puisi dengan kepingan judul-judul koran tahun ’98 yang menggelora dalam ‘Cinta Yang Marah’, hari ini aku membaca buku Aan Mansyur yang lain. Melihat Api Bekerja adalah salah satu buku kumpulan puisi yang populer dari Aan Mansyur. Berawal dari postingan Mbak Najwa Shihab di instagram yang ‘memamerkan’ buku ini, membuatku jadi penasaran membacanya. 

Melihat Api Bekerja adalah hasil kolaborasi sang penulis, Aan Mansyur dengan sang ilustrator, Muhammad Taufiq. Dalam 160 halaman menyajikan 54 judul puisi indah dengan ilustrasi yang memanjakan mata. 


Ia cantik. 
Pemurah dan sedikit pemarah. 

Tak tertandingi senyumnya.

Ia akan menggodamu dengan 

cerita yang tidak ada ujungnya. 

Dongeng dan musik ajaib. 

  

Ia waktu. Ia seorang ibu. 

Ia mengandung dewa-dewa. 

Ia rahim ribuan penyembahan dan tarian.

Namanya sama dengan nama negaramu. 

Sepasang lengannya terentang.

Selalu mencintai pisau dan api dapur.

 

-Aan Mansyur


Buku ini diawali dengan prolog yang cukup panjang dan tentu luar biasa dari Eyang Sapardi Djoko Damono berjudul ‘Mendengarkan Larik-larik Aan Mansyur’. Ketika membaca buku ini aku memang terhanyut meskipun tidak semua puisinya bisa aku pahami, tapi aku begitu menikmati seperti di dongengi oleh orang disampingku. Pengalamanku membaca buku ini seakan mengamini apa yang dituliskan dengan tegas oleh Eyang Sapardi, “Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan penghayatan atas keindahan dongengnya.”

Hal yang membuat buku ini unik adalah puisi-puisinya cukup panjang dan di tulis dengan konsep menyerupai kolom-kolom berita di koran. Entah perasaanku saja atau memang sengaja dibuat begitu, jumlah ilustrasinya lebih banyak daripada judul puisinya. Tapi bukan masalah menurutku, karena ilustrasi dapat melengkapi imajinasi pembaca ketika mencoba mencari makna dibalik diksi-diksi yang puitis.

Secara umum buku ini menggambarkan tentang kasih sayang sesama manusia, cinta seorang anak kepada ibunya, rindu kepada kekasih, perenungan dalam diri, khayalan, patah hati dan masih banyak lagi. Salah satu puisi yang kusuka yaitu:


Menikmati Akhir Pekan

 

Aku benci berada diantara 
orang-orang yang bahagia.
Mereka bicara tentang segala sesuatu, 
tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. 
Mereka tertawa dan menipu diri sendiri 
menganggap hidup mereka baik-baik saja. 

 

Mereka berpesta dan membunuh 
anak kecil dalam diri mereka.

 

Aku senang berada diantara 
orang-orang yang patah hati. 
Mereka tidak banyak bicara, 
jujur dan berbahaya. 
Mereka tahu apa yang mereka cari. 

 

Mereka tahu dari diri mereka, 

ada yang telah dicuri.

 

-Aan Mansyur 


RIVIEW BUKU CINTA YANG MARAH - AAN MANSYUR

 

Cover Buku Cinta Yang Marah
(Sumber : Gramedia)

Judul Buku : Cinta Yang Marah

Penulis : Aan Mansyur

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal :  100 halaman

Tahun Terbit : 2017

Kategori : Fiksi, Puisi

My Rated : 3,5/5

 

Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas kumpulan puisi sangar, yang pernah aku baca di IPUSNAS. Judulnya Cinta Yang Marah ditulis oleh penyair favoritku, Aan Mansyur !

 

“Suatu kelak sebelum salah satu diantara aku dan kau tersangkut maut, 
pada hari ulang tahun kau, ketika tidak ada pekerjaan kantor 
yang melarang kau cuti, aku akan mengajak kau menjadi tua renta, 
aku akan mengajak kau kembali menjadi anak-anak.”

-Aan Mansyur

 

Ternyata aku salah menduga, aku kira Cinta Yang Marah adalah kumpulan puisi tentang sepasang kekasih dengan berbagai konflik percintaanya. Tidak, puisi-puisi dalam buku ini lebih dalam dari pada itu. Cinta Yang Marah berisi dua puluh satu syair yang ditulis sebagai respon atas peristiwa 1998. Masa-masa ketika jatuhnya rezim Orde Baru dan awal dari masa Reformasi. Pesan khusus tertulis di halaman awal buku ini, “Kepada mereka yang berjuang dan tidak bernama.”

 

“Saya percaya bahwa penulis yang baik akan menuliskan sesuatu yang melampaui urusan dirinya sendiri dengan memilih menjadi suara dan penanda sebuah zaman -sebab penulis akan binasa, sedang kata-kata bisa hidup selamanya.” 
-Irfan Ramli.

 

Yang membuat kagum ialah Aan Mansyur tidak menuliskannya secara gamblang. Ia menggunakan kisah “Aku” dan “Kau”, sehingga pembaca harus menelisik apa yang dimaksud dengan Aku dan Kau. Apakah percakapan sepasang kekasih ? Atau percakapan antara pikiran dan perasaan ? Itulah hebatnya Aan Mansyur, menulis misteri yang bersembunyi dibalik kisah cinta. 

Buku ini termasuk bisa diselesaikan dalam sekali duduk. Aku suka covernya, merah melambangkan amarah dan cinta. Perpaduan warna merah, hitam, putih dan abu-abu meramaikan isi buku ini. Di dalamnya diselipkan potongan-potongan artikel yang pernah termuat dalam koran periode 1-21 Mei 1998. 

Judul-judul beritanya akan mengingatkan pembaca tentang gejolak sosial, ekonomi dan politik di awal masa reformasi. “Reformasi Butuh Tindakan, Bukan Janji”, “Korban Terus Berjatuhan”, “Para Tokoh Agama Dukung Reformasi”, “Penembakan Trisakti Pakai Peluru Tajam”, Sebaiknya Pak Harto Mundur.”

Jangankan hanyut ke dalam kalimat-kalimat yang melodrama, pembaca mungkin juga tersentak emosionalnya dengan kepingan judul koran yang menggelora. Buku ini aku rekomendasikan untuk kamu yang mencari kumpulan puisi dengan tema peristiwa 1998. Selamat cinta marah !

 

“Dan kau tak perlu khawatir, 
aku tidak akan pernah berpikir membayar 
salah satu partai agar gambar wajah aku 
bisa dipasang di pinggir-pinggir jalan 
membuat sebagian orang tertawa dan sebagian lagi kecewa 
kemudian membuangnya di kotak suara. 
Sebab aku tidak mau menyiksa tulang-tulang kau 
di dalam daging aku. Sebab aku 
tidak mau memuntahkan jantung kau 
yang tambah tumbuh dari tubuh aku.”

-Aan Mansyur