Senin, 27 Maret 2023
INDONESIA, ISRAEL, DAN FIFA DALAM KONTROVERSI PIALA DUNIA U-20 2023
Rabu, 11 Mei 2022
REVIEW BUKU SAINSPIRASI - DONI SWADARMA
Judul Buku : SAINSPIRASI
Penulis : Doni Swadarma
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 292 halaman
Tahun Terbit : 2015
Kategori : Non-Fiksi, Inspirasi
My Rated : 5/5
Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang berisi analisis penulis mengenai fenomena sains atau alam yang ternyata dapat dijadikan prinsip hidup kita sehari-hari. Buku ini berjudul SAINSPIRASI: Inspirasi Kehidupan Berdasarkan Fenomena Sains karya Doni Swadarma.
#DESKRIPSI
"Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan alam, manusia wajib menjaga keseimbangannya. Sebab kehidupan di dunia ini berlangsung dengan prinsip keseimbangan alam. Apabila manusia melakukan kebaikan berarti melakukan sesuatu yang selaras dengan kesimbangan alam sehingga kebahagiaan yang dihasilkannya akan bertahan. Namun sebaliknya, bila manusia melakukan keburukan berarti melakukan sesuatu yang tidak selaras dengan keseimbangan alam, sehingga kebahagiaan yang dihasilkannya tak akan bertahan, bahkan lambat laun akan berubah menjadi penderitaan. Buku “SAINSPIRASI: INSPIRASI Kehidupan Berdasarkan Fenomena SAINS” ini menjadi menarik sekaligus penting untuk dibaca, tidak semata-mata oleh mereka yang sudah melek pengetahuan dan teknologi sejak lama, tetapi juga oleh orang biasa yang masih memandang ilmu-pengetahuan-teknologi sebagai “dewa” tak tersentuh yang hanya bersemayam di mayapada. Ilmu pengetahuan ada di sekitar kita, perilaku sederhana alam dan hewan bisa melahirkan teknologi yang tak terbayangkan sebelumnya. Tinggal bagaimana kita mencermatinya dengan saksama, lalu menjadikannya energi positif sebagai modal memelihara dan mengembangkan peradaban berbasis etika, ilmu pengetahuan, dan teknologi.”
#ULASAN
SAINSPIRASI terdiri dari dua kata, yaitu ‘sains’ yang berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan alam dan ‘inspirasi’ yang bisa diartikan sebagai pencerahan, pengetahuan atau petunjuk. Buku SAINSPIRASI yang ditulis Doni Swadarma ini berisi 37 fenomena di alam semesta yang dikemudian ditelaah, dikaji dan dimaknai sehingga pembaca bisa memperoleh inspirasi bagi kehidupannya.
Penulis memandang bahwa alam dan fenomenanya tersebut merupakan guru ‘terbaik’ bagi kehidupan manusia karena kebenarannya bersifat universal sehingga bisa diterima semua umat manusia. Alam bersifat jujur, konsisten dan terbuka kepada siapa saja yang ingin mempelajarinya. Alam semesta ini dipenuhi berbagai hukum, ada yang menyebutnya ‘hukum alam’ ada pula yang menyebutnya ‘sunnatullah’. Sejak awal air yang dipanaskan akan menguap, air didinginkan akan membeku, maka sampai kapanpun akan seperti itu.
Fenomena-fenomena yang diulas dibuku ini menghasilkan inspirasi yang beragam, mulai dari aspek keprobadian, ekonomi, ideologi, politik, dan peradaban. Salah satu contoh yang aku suka yaitu kombinasi hukum Ohm, Joule dan Coulumb menghasilkan rumus P=V2/R (P=daya, V=potensi, R=hambatan) yang dapat dimaknai seseorang ‘berdaya’ besar adalah orang yang ‘potensi’-nya telah dimaksimalkan dan disaat yang sama, ‘hambatan’ dalam dirinya berhasil diminimalkan.
Dari buku ini aku kembali disadarkan bahwa manusia selama ia hidup maka akan selalu bersentuhan dengan alam. Persentuhan inilah yang akhirnya menimbulkan ‘pengalaman’. Pengalaman ini lama-kelamaan akan bertambah, seiring dengan sifat dasar manusia yang ‘ingin tahu’ dan mendapat jawaban atas segala pertanyaan tentang kehidupan yang pada ujungnya akan melahirkan ‘pengetahuan’. Tidak berhenti disitu, manusia sebagai makhluk yang berpikir dan berperasaan juga perlu ‘rasa aman’ dan ingin hidupnya menjadi lebih baik dikemudian hari yang pada akhirnya akan menghasilkan ‘teknologi’. Sebagai penutup, aku mengutip quote dari Albert Einstein:
“Look deep into nature and then you will understand everything better.”
Selasa, 10 Mei 2022
REVIEW BUKU I AM MALALA - NUR IHSAN
Judul Buku : I am Malala
Penulis : Nur Ihsan
Penerbit : Kata Media
Tebal : 124 halaman
Tahun Terbit : 2013
Kategori : Non-Fiksi, Biografi
My Rated : 4/5
Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang berisi ringkasan kisah hidup seorang gadis dari Pakistan dan aktivis pendidikan perempuan yang mengalami percobaan pembunuhan oleh Taliban. Buku ini berjudul I am Malala: Gadis Kecil Ditembak Peluru Demi Sekolah karya Nur Ihsan.
#DESKRIPSI
"Di mana Malala? Yang mana di antara kalian yang bernama Malala? Katakan atau kutembak kalian semua!" Teriak seorang laki-laki bersenjata di bus yang membawa pulang anak-anak sekolah di Mingola, Pakistan. Dalam hitungan menit, timah panas bersarang di kepala dan leher Malala.'
Peristiwa tersebut menggegerkan dunia. Malala Yousat'zai, gadis usia 14 tahun ditembak oleh Taliban, kelompok Islam garis keras, karena kegigihannya memperjuangkan pendidikan untuk anak perempuan di Lembah Swat, Pakistan.
Buku ini merangkum berbagai informasi mengenai sepak terjang Malala, jauh sebelum insiden penembakan hingga perjuangan terkini si Bunga Jagung".
#ULASAN
“Aku harus bersuara. Jika aku diam, siapa yang akan berbicara?”
Kalimat diatas muncul dari seorang gadis pemberani bernama Malala Yousafzai. Malala merupakan pelajar kelahiran Mingora, lembah Swat, Pakistan, yang sejak berusia sebelas tahun telah aktif menjadi aktivis pendidikan anak perempuan.
Pada tahun 2009, Taliban (kelompok militan bentukan AS saat perang melawan pengaruh Soviet) menguasai lembah Swat, dan mengeluarkan maklumat pelarangan pelarangan sekolah untuk anak-anak perempuan. Kegelisahan berada dibawah ancaman Taliban dan keinginannya kembali sekolah, Malala tuangkan dalam diary-nya yang menjadi pembuka buku ini. Selain melalui diary, Malala juga menuangkan pemikirannya melalui blog BBC berbahasa urdu dan pernah berpidato dengan tegas bahwa perempuan harus memiliki akses pendidikan yang sama dengan laki-laki. Keberaniaannya menantang tirani Taliban itu bukan tanpa risiko, pada 9 Oktober 2012, ia ditembak di dalam bus sekolah oleh sekelompok Taliban. Kondisinya parah, dua peluru bersarang di kepala dan tenggorokannya. Momen kebrutalan Taliban melakukan percobaan pembunuhan kepada Malala ini kemudian menjadi ‘monumen’ perlawanan terhadap totalitarianisme Taliban dan perjuangan menegakkan kembali hak dasar kehidupan manusia, yakni pendidikan.
Buku ini hadir sebagai sketsa kehidupan Malala yang dilengkapi dengan dokumentasi momen-momen penting dalam hidupnya. Keberanian dan kegigihan Malala dapat dijadikan contoh bagi anak-anak di Indonesia agar semangat meraih pendidikan setinggi-tingginya. Sebab dengan pendidikan itulah seseorang akan bisa mencegah dirinya terjangkiti kanker ekstremisme.
“Jika generasi baru ini tidak diberi pena, mereka akan diberi senjata oleh para teroris.”
-Malala Yousafzai
Jumat, 29 April 2022
REVIEW BUKU SKEPTIC TANK - JULIAN JACOB
Judul Buku : Skeptic Tank
Penulis : Julian Jacob
Penerbit : Bhuana Sastra
Tebal : 105 halaman
Tahun Terbit : 2017
Kategori : Fiksi, Entertaintment, Humor
My Rated : 3/5
Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang berisi curahan hati seorang pemuda skeptis. Di dalamnya banyak kita jumpai sudut pandang penuli tentang hal-hal di sekitar kita yang dikemas dengan lucu, satir dan pastinya skeptis! Buku ini berjudul Skeptic Tank karya Julian Jacob.
#DESKRIPSI
Curahan hati Jacob Julian seorang pemuda jomblo yang belum punya pekerjaan tetap. Dia memandang dunia di sekitarnya secara sinis baik tentang percintaan, pergaulan, maupun tentang fenomena kehidupan masa kini. Buku ini diumpamakan sebagai septic tank yang menampung pemikiran skeptisnya, disajikan dengan gaya cerita humor.
#ULASAN
‘Skeptic Tank’ menurutku bukan hanya ‘curahan hati’ si penulis, melainkan materi stand up comedy wkwk. Jokes ‘skeptis’ ala Jacob Julian mampu menyegarkan tubuhku kembali setelah lelah merampungkan tugas.
Buku ini berisi pandangan-pandangan sinis dan skeptis dari penulis tentang hal-hal yang mudah kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Misalnya saja banyak nama anak lokal zaman sekarang yang rasa ‘internasional’, hampir tiap cafĂ© ada tulisan ‘free wifi’ tapi tidak benar-benar ‘free’ karena pembelinya harus bayar makanan/minuman wkwk, banyak orang yang mudah percaya begitu saja dengan mitos-mitos yang didoktrinkan sejak kecil, dan masih banyak topik lainnya.
Dari semua topik ‘skeptis’ yang ada di buku ini, ada satu yang menurutku penting diperhatikan terutama dalam kehidupan saat ini. Fenomena yang sedang viral belakangan mengenai ‘judi online’ berkedok trading bisa dijadikan pelajaran. Daripada berpikir dua kali atau setidaknya mempelajari dan mempertimbangkan banyak hal sebelum berkata ‘setuju’, ternyata banyak orang begitu mudah percaya dengan sugesti ‘kaya secara instan’ yang ditawarkan agen-agennya. Inilah terkadang memang perlu sikap skeptis di awal daripada menyesal bekalangan. Skeptis bukan melulu tentang ‘berpikir negatif’, melainkan lebih mengarah kepada pencarian kebenaran dan tidak mudah mempercayai klaim / informasi / sesuatu yang baru, sebelum benar-benar menemukan bukti yang kuat dan rasional. Maka aku sependapat dengan pandangan penulis:
“Hidup di zaman serba modern seperti ini, kesungguhan dan kesahihan fakta seharusnya bisa jadi kunci untuk percaya akan suatu hal. Jangan mau tertipu. Gali sebuah kata sampai ke akar. Kalau ada masalah, jangan lupa temui dulu akar permasalahannya agar titik terangnya terlihat jelas.”
Well, overall aku suka buku ini, tapi ada dua hal yang jadi kekurangan buku ini. Pertama, tidak ada daftar isinya. Kedua, penulis terlalu banyak mengaitkan sesuatu dengan kejombloannya, awalnya lucu tapi lama-lama jadi garing.
Kamis, 28 April 2022
REVIEW BUKU WARAS DI ZAMAN EDAN - PRIE G.S.
Judul Buku : Waras di Zaman Edan
Penulis : Prie G.S.
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 236 halaman
Tahun Terbit : 2013
Kategori : Non-Fiksi, Humor, Sosial-Budaya
My Rated : 5/5
Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang bisa menyadarkan kita bahwa untuk hidup di zaman edan seperti saat ini sejatinya bisa dilalui dengan tetap waras. Judul bukunya yaitu Waras di Zaman Edan karya Prie G.S.
#DESKRIPSI
Merenung sambil berhumor atau berhumor sambil merenung? Dua-duanya sama saja. Corak itulah yang mewarnai buku ini. Prie GS mengajak kita mengobrol beraneka macam sendi kehidupan, mulai dari hal ringan hingga berat, yang justru kadang kita lupakan begitu saja. Kita akan menemukan banyak humor, kekonyolan, sekaligus hikmah. Pengalamannya yang unik, mengharukan, mendebarkan, bahkan kadang menggelikan, disajikan di dalamnya.
Buku ini memperlihatkan kelebihan Prie GS dalam merangkai kata-kata menjadi cerita yang ringan dan nikmat dibaca oleh siapapun. Prie GS berucap: “Seluruh hal yang saya tulis di buku ini adalah keasyikan saya menangkap aneka kelebatan itu yang menjadi keasyikan saya sejak lama. Tapi lebih dari itu saya menulis karena saya adalah seorang penulis. Penulis yang tidak menulis sama saja dengan suami yang tidak mencintai anak-anak dan istri.”
Selamat membaca, merenung, dan tertawa riang.
#ULASAN
Pertama kali aku tahu nama Prie G.S. dari berita meninggalnya beliau setahun silam. Setelah mencari tahu, ternyata almarhum adalah seorang budayawan yang cukup tersohor di Indonesia. Beliau dikenal khas dalam memberi kegembiraan, renungan, sekaligus inspirasi melalui humor-humornya. Banyak karya yang telah almarhum terbitkan, salah satunya buku ‘Waras di Zaman Edan’.
Buku ini berisi cerita dari pengalaman keseharian Prie G.S. yang dibalut dengan sudut pandang kebudayaan dan sentuhan humor khas penulis. Topik-topik yang diangkat sederhana, namun dari kesederhanaan itu dapat berkembang menjadi sesuatu yang besar, kompleks dan berbahaya. Cara penulis merangkai kata tak perlu diragukan lagi, aku sangat terbantu dengan keindahan kata demi kata yang nikmat sekali dibaca. Cerita-cerita itu disajikan dalam berbagai menu, mulai dari belum waras, mengenal waras, belajar waras, berlatih waras, mulai sedikit agak nyaris setengah waras, sedikit agak nyaris setengah waras, agak nyaris setengah waras, nyaris setengah waras, setengah waras, sampai puncaknya ‘waras’.
Suka atau tidak, senyatanya kita memang sedang berada di zaman edan yang katanya kalau tidak ikutan edan maka siap-siap ‘tidak kebagian’, begitulah kiranya gambaran keedanan zaman. Namun, alih-alih ikutan edan, menurut Prie G.S. dengan kewarasan kita tetap bisa survive di zaman edan. Pesan-pesan berisi antitesis dari keedanan zaman itu bisa dipelajari di buku ini.
Oleh karena itu, buku ini cocok sekali dijadikan bahan renungan dan evaluasi tingkat kewarasan diri sendiri wkwk. Sebab, pembaca tidak hanya diajak mengkritisi keedanan zaman dengan cara jenaka, tapi juga ditunjukkan solusi berbagai masalah kehidupan yang sebenarnya sederhana. Kesederhanaan itu yang justru membuat pembacanya tetap waras dan bahkan menertawakan dirinya sendiri, termasuk aku wkwk. Jadi, kalau kamu tertarik untuk merenung sambil berhumor atau berhumor sambil merenung, cobalah baca buku ini!
"Masa silam sering memenjara kita. Lalu, pada masa depan, kita sibuk merangkai aneka bayangan yang serba-menakutkan. Masa depan itu penting dibayangkan, tetapi tidak untuk ditakutkan. Pertama, karena ia pasti terjadi, dan kedua karena kejadian di depan itu tidak selalu semenakutkan seperti apa yang kita bayangkan. Hidup saya pada hari ini sungguh saya syukuri. Namun, inilah dulu masa depan yang sangat saya takuti. Jadi, begitu sibuknya otak saya ini mengurus masa lalu dan masa depan sampai kadang membuat saya lupa menikmati hari ini."
"Sejak lahir, manusia sudah dihadapkan oleh berbagai macam kesulitan. Kesulitan itu ternyata pada akhirnya tidak menyulitkan. Sebaliknya, ia bertugas memudahkan. Ternyata, lewat aneka kesulitan itulah manusia bertumbuh dan berkembang. Jadi, untuk setiap kesulitan kita hanya butuh keberanian untuk merampungkan."
"Di dalam dada yang lapang tersedia hidup yang lapang, bahkan sekalipun di dalam kesulitan. Kesulitan itu sendiri tetap, jika datang ia tetap berupa keadaan menyulitkan. Namun, kesulitan di dalam dada yang lapang sangat berbeda dibanding kesulitan di dada yang sempit. Dada yang sempit itu, bahkan tanpa kesulitan pun sudah sulit karena dirinya sendiri."
Senin, 25 April 2022
REVIEW BUKU MEREKA BILANG, SAYA MONYET! - DJENAR MAESA AYU
Judul Buku : Mereka Bilang, Saya Monyet!
Penulis : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : GPU
Tebal : 135 halaman
Tahun Terbit : 2002
Kategori : Fiksi, Sastra, Kumcer
My Rated : 4,5/5
Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang kumpulan cerpen yang bakal membuat pembacanya mengevaluasi dirinya, apakah selama ini mampu mengendalikan sifat kebinatangan yang ‘tersembunyi’ dibalik topeng ‘kebaikan’ manusia ? Buku ini berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet! karya Djenar Maesa Ayu.
#DESKRIPSI
Mereka Bilang, Saya Monyet! adalah buku pertama Djenar Maesa Ayu yang langsung merebut perhatian pembaca sejak pertama kali diterbitkan. Tema yang berani dan cara bercerita yang lugas serta eksploratif membuat karya ini menuai banyak pujian ketika awal diluncurkan. Dalam perjalanannya buku ini telah dicetak ulang berkali-kali. Dua dari cerpen dalam buku ini pun menjadi inspirasi bagi Djenar untuk film Mereka Bilang, Saya Monyet! yang disutradarainya sendiri. Film ini berhasil meraih perhatian media massa, bahkan menyabet beberapa penghargaan pada festival bergengsi di dunia, seperti Indonesian Movie Award 2008 (Winner for the Best Actress, Winner of The Best New Comer Actress, Nominated as The Most Favorite Movie), Singapore International Film Festival 2008 (Nominated as The Best Asian Feature Film, Silver Screen Award), Osian’s Cinefan International Film Festival (Nominated as The Best First Feature Film), dan Hongkong International Film Festival 2008 (Official Selection). Djenar pun mendapat Piala Citra dari kategori Skenario Adaptasi Terbaik dan sebagai Sutradara Baru Terbaik pada Festival Film Indonesia 2009.
#ULASAN
Awalnya aku penasaran dengan isi buku ini karena judulnya menarik dan setelah membacanya, wow… (emot geleng-geleng kepala). Reaksiku yang demikian bukan menandakan ketidaksukaan atau kekecewaan, melainkan kekagumanku pada penulis karena mengangkat tema yang mungkin tabu dan berat bagi sebagian orang. Djenar bercerita dengan lugas, jujur, dan berani dalam 11 cerpen yang menurutku bermaksud menelanjangi manusia dengan mengeluarkan sisi gelapnya.
Narasi yang sejak kecil digaungkan bahwa manusia adalah makhluk ‘mulia’ diantara makhluk lainnya mungkin tidak menemukan tempatnya di kumcer ini. Sebab, Djenar mengangkat realita kehidupan yang selama ini diselimuti kemunafikan. Pada dasarnya semua cerpen pada bukunya ini bercerita tentang pelecehan seksual pada perempuan, baik dari keluarga dan lingkungannya. Hal yang sudah menjadi rahasia umum, namun mungkin masih tabu untuk dibicarakan pada masa itu (awal 2000-an). Untuk itu, Djenar bercerita dengan gaya yang ‘berbeda’ di buku ini.
Dalam kumcernya, Djenar banyak menggambarkan manusia sebagai binatang, seperti ungkapannya “Sepanjang hidup saya melihat manusia berkaki empat. Berekor anjing, babi atau kerbau. Berbulu serigala, landak, atau harimau. Dan berkepala ular, banteng, atau keledai.” Hal ini menarik, karena pembaca ditunjukkan betapa ‘dekat’-nya manusia dengan binatang. Manusia sejatinya memiliki sifat-sifat kebinatangan itu, dan yang membedakannya dengan binatang adalah 'akal jernih'. Kumcer ini mengingatkan pembaca betapa pentingnya fungsi akal jernih bagi manusia, karena itu yang membedakan manusia dengan binatang.
Jadi, kumcer ini meskipun secara cerita penuh ironi dan penderitaan yang membuatnya jadi kurang ‘enak’, tapi tetap menarik dibaca karena hal-hal tabu juga perlu dibicarakan dan didiskusikan. Tiga kata untuk buku ini: jujur, sarkas dan berani!
“Bukankah semua anak punya hak untuk bertanya?”
“Manusya muak. Segala sesuatu yang tidak dapat terjawab selalu berakhir atas nama Tuhan. Misalnya, mengapa seorang anak bisa jadi bajingan padahal orangtuanya santri? Dijawab, itu sudah takdir dari Tuhan. Sebaliknya, jika orangtuanya rusak tapi anaknya begitu bauk, dijawab, itulah kuasa Tuhan. Alangkah mudahnya. Tidak adakah penjelasan lain yang lebih memuaskan? Tidak adakah jawaban lain yang lebih masuk akal? Mungkin manusia sudah malas berfikir, pikir Manusya.”
Sabtu, 23 April 2022
REVIEW BUKU LO NGERTI SIAPA GUE - SOPHIA MEGA
Judul Buku : Lo Ngerti Siapa Gue
Penulis : Sophia Mega
Penerbit : Metagraf
Tebal : 104 halaman
Tahun Terbit : 2020
Kategori : Non-Fiksi, Self Improvement
My Rated : 4/5
Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang bisa kamu jadiin acuan membangun personal branding di media sosial maupun di kehidupan tatap muka. Buku ini judulnya Lo Ngerti Siapa Gue karya Sophia Mega.
#DESKRIPSI
Media sosial bukan tentang seberapa banyak follower atau menjadi selebgram. Meskipun pada kenyataannya pikiran untuk selalu menjadi yang terbanyak pengikutnya selalu muncul.
Namun, ada alternatif lain dalam menggunakan media sosial, yaitu menciptakan personal branding yang memberi manfaat dalam kehidupan kita. Dengan menyadari hal tersebut, kita bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu dituntut untuk menjadi orang lain sehingga kita dan orang lain akan mengerti siapa diri kita sepenuhnya.
#ULASAN
Pernah gak, kamu memfollow instagram orang dan suka mengikuti konten-kontennya karena kamu merasa mendapat value or just positive vibes, lalu konsep dan cara dia menyampaikan itu ‘ngena’ banget? Kalau pernah, menurut Sophia Mega, berarti orang tersebut berhasil membangun personal branding di instagramnya yang ‘dia banget.’
Nah, sebenarnya penting gak sih membuat personal branding di medsos kita? Menurut Sophia Mega, penting, karena itu bisa mendatangkan manfaat tidak hanya bagi diri kita tapi juga orang lain. Ya secara pragmatis orang jadi mengerti siapa diri kita ‘sebatas’ melihat media sosial kita dan ini jadi penting kalau kita sedang melamar pekerjaan, misalnya. Tapi perlu dibedakan yaa antara personal branding dengan ‘pencitraan.’ Kalau personal branding itu sebenarnya sudah ada di diri kita masing-masing tinggal bagaimana memaksimalkannya saja, jadi fokusnya di kompetensi, karakter dan jangka waktunya lama. Sedangkan pencitraan itu lebih ke dibuat-buat gitu, lebih parahnya orang itu hanya ingin dikenal citra baiknya saja padahal gak punya kompetensi dan ini biasanya hanya berlangsung sesaat.
Lalu, sudahkah kamu membangun personal branding di media sosialmu? Jika belum dan butuh referensi bacaan, buku ini aku rekomendasiin banget! Di buku ini, Sophia Mega bakal ngejelasin cara membangun personal branding yang kuat, baik di kehidupan online maupun tatap muka. Khusus di kehidupan online, penulis menekankan pentingnya manajemen diri saat menghadapi krisis bermedia sosial seperti self obsession, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan respon-respon netizen yang diluar kendali kita. Nah, semua itu dijelasin dengan sederhana plus ada gambar-gambar yang bikin pembaca jadi mudah memahaminya.
Jadi, buku ini bakal membantu kita membangun personal branding yang “lo ngerti siapa gue” banget tanpa jadi selebgram. Sebab, sejatinya kita mampu menyampaikan value diri kita dengan efektif.
“Personal branding bukan soal kita mengemas diri, tapi memaksimalkan karakter kita. Jadi apa yang sebenarnya sudah ada di dalam diri kita harus kita maksimalkan lagi. Sehingga apa yang ada dalam diri kita tersebut menjadi personal brand yang kuat. Sebenarnya setiap orang sudah memiliki personal brandnya sendiri, memiliki kompetensi, standar dan gaya yang membuat seseorang khas dan relevan terhadap orang lain.”
“Kompetensi diri atau skill menyampaikan nilai-nilai diri itu mudah dipelajari, tapi jika etikanya buruk maka akan susah diperbaiki. Etika yang buruk biasanya akan sering mematahkan kompetensi diri yang sudah baik. Ini berlaku baik di media online maupun dunia tatap muka. “
-
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog saya. Disini saya menulis review atau ulasan buku yang pernah saya baca. Semoga daftar isi i...
-
Judul Buku : Sirah Nabawiyah Penulis : Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri Penerbit : Darul Haq Tebal : 698 halaman Tahun Terbit : 2001...
-
Judul Buku : Reasons to Stay Alive Penulis : Matt Haig Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tebal : 278 halaman Tahun Terbit : 2018 Kategori...
.jpeg)




