Jumat, 29 April 2022

REVIEW BUKU SKEPTIC TANK - JULIAN JACOB

 

Judul Buku : Skeptic Tank
Penulis : Julian Jacob
Penerbit : Bhuana Sastra
Tebal :  105 halaman
Tahun Terbit : 2017
Kategori : Fiksi, Entertaintment, Humor
My Rated : 3/5



Hallo, Sobat Reader !
Kali ini aku mau mengulas buku yang berisi curahan hati seorang pemuda skeptis. Di dalamnya banyak kita jumpai sudut pandang penuli tentang hal-hal di sekitar kita yang dikemas dengan lucu, satir dan pastinya skeptis! Buku ini berjudul Skeptic Tank karya Julian Jacob.

#DESKRIPSI
Curahan hati Jacob Julian seorang pemuda jomblo yang belum punya pekerjaan tetap. Dia memandang dunia di sekitarnya secara sinis baik tentang percintaan, pergaulan, maupun tentang fenomena kehidupan masa kini. Buku ini diumpamakan sebagai septic tank yang menampung pemikiran skeptisnya, disajikan dengan gaya cerita humor.
 

#ULASAN
‘Skeptic Tank’ menurutku bukan hanya ‘curahan hati’ si penulis, melainkan materi stand up comedy wkwk. Jokes ‘skeptis’ ala Jacob Julian mampu menyegarkan tubuhku kembali setelah lelah merampungkan tugas.


Buku ini berisi pandangan-pandangan sinis dan skeptis dari penulis tentang hal-hal yang mudah kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Misalnya saja banyak nama anak lokal zaman sekarang yang rasa ‘internasional’, hampir tiap cafĂ© ada tulisan ‘free wifi’ tapi tidak benar-benar ‘free’ karena pembelinya harus bayar makanan/minuman wkwk, banyak orang yang mudah percaya begitu saja dengan mitos-mitos yang didoktrinkan sejak kecil, dan masih banyak topik lainnya. 


Dari semua topik ‘skeptis’ yang ada di buku ini, ada satu yang menurutku penting diperhatikan terutama dalam kehidupan saat ini. Fenomena yang sedang viral belakangan mengenai ‘judi online’ berkedok trading bisa dijadikan pelajaran. Daripada berpikir dua kali atau setidaknya mempelajari dan mempertimbangkan banyak hal sebelum berkata ‘setuju’, ternyata banyak orang begitu mudah percaya dengan sugesti ‘kaya secara instan’ yang ditawarkan agen-agennya. Inilah terkadang memang perlu sikap skeptis di awal daripada menyesal bekalangan. Skeptis bukan melulu tentang ‘berpikir negatif’, melainkan lebih mengarah kepada pencarian kebenaran dan tidak mudah mempercayai klaim / informasi / sesuatu yang baru, sebelum benar-benar menemukan bukti yang kuat dan rasional. Maka aku sependapat dengan pandangan penulis:

 

“Hidup di zaman serba modern seperti ini, kesungguhan dan kesahihan fakta seharusnya bisa jadi kunci untuk percaya akan suatu hal. Jangan mau tertipu. Gali sebuah kata sampai ke akar. Kalau ada masalah, jangan lupa temui dulu akar permasalahannya agar titik terangnya terlihat jelas.”


Well, overall aku suka buku ini, tapi ada dua hal yang jadi kekurangan buku ini. Pertama, tidak ada daftar isinya. Kedua, penulis terlalu banyak mengaitkan sesuatu dengan kejombloannya, awalnya lucu tapi lama-lama jadi garing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam, Sobat Reader ! Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar, kesan atau pesan :)