Rabu, 17 Februari 2021

REVIEW BUKU PERKABUNGAN UNTUK CINTA - FAISAL ODDANG

 

Cover Buku Perkabungan untuk Cinta
(Sumber : Diva Press)


Judul Buku : Perkabungan Untuk Cinta

Penulis : Faisal Oddang

Penerbit : Basa-Basi

Tebal : 84 halaman

Tahun Terbit : 2017

Kategori : Fiksi, Kumpulan Puisi

My Rated : 3/5

 

Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas salah satu buku kumpulan puisi yang pernah aku baca di IPUSNAS. Buku ini berjudul Perkabungan untuk Cinta karya dari salah satu penyair terkenal Indonesia, Faisal Oddang.

Buku ini dibuka dengan pengantar dari penulis yang bertanya-tanya dari semua karya yang pernah ia tulis, mulai dari puisi, prosa, drama dan kritik sastra, manakah jati diri penulis sebenarnya ? Ia lebih layak disebut penulis apa ? Kemudian ia mengutarakan opininya bahwa genre bukanlah hal yang penting, yang penting ialah sampainya sebuah gagasan. Genre hanyalah kereta api, pesawat, sepeda, kapal laut ¾gagasan adalah orang-orang yang mengendarainya dan semua kendaraan tersebut akan tiba pada tujuannya. Kemudian dilanjutkannya menceritakan sejarah sastra, khususnya sejarah puisi ditempat ia lahir dan menetap, Sulawesi Selatan.


“Puisi ada di sekitar saya, ada di sekitar Anda ¾hanya saja, barangkali kita belum mengenal atau lupa memberinya nama” 
–Faisal Oddang


Dalam 84 halaman buku ini menyajikan sekitar 50-an judul puisi yang rasanya bercampur aduk. Gelap, terang, gelap lagi, terang lagi, dan seterusnya. Perasaan sedih yang dihadirkan penulis sangat terasa lewat pilihan kata dan kalimat bermakna tentang cinta. Kisah cinta yang berakhir sedih karena ditinggal kekasih ? Apakah ini pengalaman hidup penulis ? Mungkin saja.

 

Kau menikah dengan lelaki pilihan
orang tuamu, kalian berbahagia
tetapi tidak pernah tahu kebahagiaan
itu apa.

 

Setuju dengan penilaian penyair Joko Pinurbo tentang buku ini. Sajak-sajak Faisal Oddang seakan mengungkapkan rahasia hati seseorang yang patah. Inilah bagian gelap yang kumaksud. Sebagaimana pertemuan, Cinta juga punya jalan untuk berpisah.


“Disajikan dengan cara yang enak, sajak-sajak Faisal Oddang akan membuat kau kian bergairah untuk menghayati bagaimana cinta mengungkapkan rahasianya. Andai Chairil Anwar membaca sajak-sajak ini, mungkin ia akan menyesal telah mati muda.” 

–Joko Pinurbo

 

Diksi yang dipilih tidak muluk-muluk, sehingga sangat mudah memahami makna dari sajak-sajaknya. Beberapa panjang, sisanya pendek-pendek. Ini pertama kali aku membaca karya Faisal Oddang. Tidak kaget rasanya, penulis yang pernah mendapat penghargaan ASEAN Young Writers Award 2014 ini mampu membuat pembacanya kagum dengan goresan puitisnya. Buku ini aku rekomendasikan buat kamu yang sedang patah hati di tinggal kekasih, semoga lekas sembuh dan tumbuh kembali.

 

Boleh kupeluk kau sejenak
sebelum cincin lelaki itu
memiliki jari manismu ?

Tidak ada kata yang dapat kupilih
untuk penghianatanmu, kata-kata
memang tak pernah benar-benar tepat
orang-orang berkata sedih
agar kebahagiannya tidak direbut.
Kata-kata adalah topeng
yang sesuai untuk semua wajah.

Di dalam pelukanmu
waktu terlalu cepat berlalu
-dan keinginan terlampau tak terjangkau
aku akan berbahagia, aku berjanji
-tetapi kata-kata tak pernah
benar-benar tepat.

--Faisal Oddang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam, Sobat Reader ! Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar, kesan atau pesan :)