Rabu, 30 Juni 2021

REVIEW BUKU THE PRINCE (SANG PANGERAN) - NICCOLO MACHIAVELLI

 



Judul Buku : The Prince

Penulis : Niccolo Machiavelli

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tebal :  287 halaman

Tahun Terbit : 2014

Kategori : Non-Fiksi, Politik

My Rated : 4 / 5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku fenomenal karya Niccolo Machiavelli yang pernah aku baca di IPUSNAS. Buku ini berjudul The Prince atau dalam judul aslinya Il Principe (Sang Pangeran). Buku ini disebut-sebut sangat berpengaruh terhadap pemikiran para diktator ! Let’s see !


#DESKRIPSI

Niccolo Machiavelli (1469-1527) adalah seorang sejarawan, negarawan dan filsuf politik Italia di zaman renaissance, yang karya-karyanya dianggap mendasari pemikiran sebuah bentuk negara politik sekuler masa kini.

Berabad-abad sejak era renaissance, hingga saat ini, The Prince masih menjadi salah satu karya referensi untuk semua orang yang ingin terjun ke dunia politik modern.



#ULASAN

The Prince / Il Principe adalah sebuah karya filsafat yang mulai ditulis pada tahun 1513 M dan baru terbit tahun 1532 M. Waktu itu Machiavelli baru saja tersingkir dari panggung politik dan buku ini termasuk salah satu buku yang disebut-sebut punya kontribusi besar dalam proses perubahan dunia, terutama dalam bidang politik. 

Melalui buku ini, Machiavelli menjabarkan cara-cara mempertahankan kekuasaan yang harus dilakukan oleh seorang penguasa / raja, tidak peduli jika harus dengan cara licik, mengabaikan moralitas dan menggunakan kekejaman. Maka dari itu, buku ini kemudian dijuluki sebagai “Pedoman para diktator.” Pemikiran Machiavelli banyak mengilhami para pemimpin dunia yang terkenal akan kediktatorannya, sebut saja Napoleon Bonaparte, Benito Mussolini, Adolf Hitler dan Lenin.

Nah, tapi pembaca harus memahami bahwa pemikiran yang dilahirkan Machiavelli ini berangkat dari realitas politik yang ia alami sendiri dalam fase kehidupannya. Peristiwa-peristiwa politik pada waktu itu meninggalkan kesan yang mendalam pada diri Machiavelli. Ia menyaksikan runtuhnya kekuasaan yang sudah memerintah selama beberapa generasi, Ia juga melihat runtuhnya suatu kekuasaan yang tidak mendapat dukungan dari rakyat. Machiavelli juga menyaksikan bagaimana kekuasaan yang ingin menerapkan pola pemerintahan yang baru hanya bertahan sementara, kemudian tumbang di tangan golongan elite yang bekerja sama dengan agamawan serta kaki tangannya.

Terlepas dari kontroversi pemikiran Machiavelli tentang politik dan kekuasaan, harus diakui banyak gagasannya yang dipakai dalam dunia modern, seperti di bidang pertahanan, keamanan, politik dan ketatanegaraan. Buku ini menarik untuk dibaca dan direnungkan karena mengungkap sisi jahat -atau mungkin wajah asli ? dari dunia politik dan kekuasaan. Tapi, kalau gagasan politik yang ‘menghalalkan segala cara’ ini diterapkan, wah bisa-bisa muncul diktator baru, hehe kejauhan imajinasinya :) 


“Namun, tak bisa disebut suatu bakat kalau orang harus membantai sesame rekan senegaranya sendiri, menipu kawan sendiri, menjadi orang yang tak beriman, tanpa welas-asih, tanpa agama. Cara-cara seperti itu mungkin bisa mendatangkan baginya kerajaan, tetapi bukan kejayaan.”

- Niccolo Machiavelli -




Sabtu, 26 Juni 2021

REVIEW BUKU ARYA - DHNREVA

 



Judul Buku : Arya

Penulis : Dhnreva

Penerbit : Snowball

Tebal :  480 halaman

Tahun Terbit : 2021

Kategori : Fiksi, Novel

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas novel wattpad pertama yang aku baca seumur hidupku. Haha let’s go !


#DESKRIPSI

Arya Voorzitter Geralldo, pemimpin dari sebuah geng bernama Straatleider. Pemilik mata tajam dengan paras rupawan. Arya itu seperti cuaca, sulit ditebak. Masa lalunya yang belum terpecahkan membuatnya menjadi seseorang yang sulit disentuh. Namun, hidupnya tiba-tiba berubah sejak hadirnya seorang gadis bernama Diandra Steffany (Ara) yang mampu membuatnya tenggelam akan pesonanya.

Ara adalah satu-satunya gadis yang berhasil membuat Arya tertarik. Namun, Ara tak sesederhana yang Arya kira. Gadis itu juga memiliki sejuta misteri, ia bagai rubik yang belum menyatu. 

Ini adalah kisah mereka berdua. Tentang dua orang yang masing-masing memiliki kepribadian yang kuat.

"Pilih salah satu, menyakiti atau disakiti ?"


#ULASAN

Udah lama mau mengulas buku ini tapi masih sibuk sama praktikum & laporannya. So, here I come back to reviewing the book. Ok, let me tell you my interesting impression from this book : Ini pertama kali aku baca novel wattpad, dan ini pertama kali aku baca novel yang nama tokohnya mirip namaku haha.

Well, novel ini mengangkat kisah cinta semasa remaja. Jangan salah, kisah cintanya tidak melulu berisi drama ala-ala. Tapi, penulis menyuguhkan plot cerita yang seru dan menarik.  

Arya Voorzitter Geralldo, pemimpin geng Straatleider, dikenal dengan sikapnya yang dingin, tertutup, sulit ditebak & emosional. Namun, dinginnya Arya luluh dengan hadirnya Diandra Steffanny (Ara), hahaha. Semakin mengenal Arya, Ara semakin tahu kalau Arya tak sedingin yang orang lain lihat. Arya memang terlihat dingin dengan orang asing, tapi tidak dengan orang terdekatnya. 

Keduanya memiliki kesamaan yaitu misteri. Arya dengan misteri masa lalunya yang belum terpecahkan. Sedangkan Ara punya misteri dalam kepribadian dirinya yang sulit ditebak. Misteri ini membuat cerita menjadi seru hingga berujung konflik yang menggoncang hubungan mereka. Apakah kandas ? atau mampu bertahan ? Pilih menyakiti atau disakiti ? Baca sendiri lah ya :)

Waktu baca novel ini dibikin ngakak sendiri kalau ada sikap, peristiwa dan percakapan dari tokoh 'Arya' yang relate sama aku. Dari plot cerita aku suka, tapi sayang ada beberapa detail yang agak mengganggu. Salah satunya Arya yang sering masuk ke kamar Ara lewat balkon rumah, padahal rumahnya dijaga satpam. Lalu, satu kritik lagi, beberapa tokoh dalam novel ini kurang tergambarkan dengan jelas karena dialog & gaya bahasanya hampir sama. Tapi, secara keseluruhan worth to read.


Kutipan favoritku :

"Tanyakan sama hati Kenapa bisa jatuh terlalu dalam."


"Definisi mencintai paling dalam ialah mengikhlaskan."


"Perasaan sayang datang secara tiba-tiba, begitu pula rasa nyaman. Entah kapan berubah menjadi cinta, yang merasakan hanya diri kita sendiri. Tapi, terkadang tanpa disadari."


"Memang benar, benci dan cinta itu beda tipis. Jadi, jangan bilang benci kalau kenyataannya mencinta. Cinta datang secara tiba-tiba, dengan rasa yang awalnya nyaman, menjadi saling sayang."


"Menuruti ego hanya akan menghancurkan segalanya dan berakhir dengan penyesalan."


"Sejauh apapun mencoba untuk pergi, pasti akan kembali lagi kepada hati yang pantas disinggahi."

 

"Punya telinga untuk mendengarkan. Tapi sayang, kebanyakan orang malah menulikan hingga terjadinya kesalahpahaman."

 

"Kebenaran memang tidak semanis kebohongan. Tapi, paling tidak itu kenyataan bukan lagi tipuan."

 

"Sikapnya terlihat tidak peduli, padahal dalam hati menginginkan dia kembali."

 

"Lagi-lagi, kenyataan datang memberi luka, ketika luka sebelumnya saja belum sepenuhnya terobati."

 

"Tidak rumit, keadaan yang membuatnya sulit."

 

"Karena yang namanya sayang nggak akan mau kehilangan. Meski semesta mencoba memisahkan, tetap akan berjuang untuk kembali mendapatkan."

 

“Ada beberapa rasa sakit yang sulit disembuhkan. Salah satunya luka batin. Tidak terlihat namun mematikan.”

- Dhnreva - 

Senin, 21 Juni 2021

REVIEW BUKU SEPULUH AMAL SHALIH YANG MEMBUAT TUBUH SELALU SEHAT - NURLAELA I., S.Pd.

 


Judul Buku : Sepuluh Amal Shalih yang Membuat Tubuh Selalu Sehat

Penulis : Nurlaela Isnawati, S.Pd.

Penerbit : Sabil

Tebal :  220 halaman

Tahun Terbit : 2013

Kategori : Non-Fiksi, Agama Islam

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku bertema agama Islam tapi berkaitan dengan kesehatan. Dari judulnya saja, Sepuluh Amal Shalih yang Membuat Tubuh Selalu Sehat, sudah bisa ditebak ini buku bakal menjelaskan korelasi dari amalan shalih yang kita lakukan dengan dampaknya terhadap kesehatan kita. 


#DESKRIPSI

Tak banyak orang yang mengetahui manfaat amalan-amalan yang mereka kerjakan setiap hari ternyata tidak hanya berbuah pahala, tetapi bermanfaat juga bagi kesehatan, baik kesehatan tubuh maupun kesehatan jiwa. Sebut saja istighfar. Jika Anda mengetahui cara melakukannya yang benar, amalan ringan yang sejatinya untuk pengampunan ini ternyata tidak hanya dapat menghapus dosa-dosa, tetapi juga membuat tubuh segar bugar dan bebas dari berbagai penyakit.

Selain istighfar, masih banyak amal-amal shalih yang sering Anda lakukan tetapi tidak pernah Anda sadari manfaatnya bagi kesehatan Anda. Shalat, silaturahmi, dan membaca al-Quran hanya sebagian kecil amal-amal shalih tersebut yang dijelaskan dengan panjang lebar di dalam buku ini. Semuanya disajikan untuk kesehatan dan kebugaran tubuh dan jiwa Anda.

Jika Anda mengetahui rahasia amal-amal shalih yang Anda lakukan, tentu Anda akan mendapatkan manfaat yang berlipat ganda bagi jiwa dan raga Anda!


#ULASAN

Sebelum masuk ke pembahasan buku, aku mau sedikit cerita wkwk. Jadi, suatu hari ada pameran buku di Jombang dan aku tertarik buat dating -dan beli buku pastinya. Nah, waktu muter-muter, ada stand yang menarik perhatianku, “Buku Obral Murah”. Singkatnya, di stand itu aku menemukan buku ini, hehe lumayanlah dapet buku bermanfaat dengan harga cuma Rp 10.000 😊

Oke, mari mulai dari covernya. Warna putih dengan kombinasi hijau jelas membuat mata segar dengan desain elegan dan sederhana. Lalu ada hiasan berupa tanaman yang menandakan kehidupan, kesegaran dan kesejukan. Sebenarnya, kalau kita baca dibawah judul buku ini, kita sudah paham seperti apa gambaran isi dari buku ini. Jadi, pada intinya buku ini isinya :

• Mengungkap Rahasia Amal Shalih untuk Kesehatan Tubuh

• Mencegah dan Menyembuhkan Berbagai Penyakit dengan Amal Shalih

• 10 Amal Shalih yang Membuat Tubuh Segar Bugar

• Kisah-Kisah Nyata Manfaat Amal Shalih


Loh, kenapa cuma sepuluh ? Iyaa.. memang amalan shalih dalam agama Islam itu buanyak banget, tapi penulis hanya membahas 10 yang menurut aku paling mendasar dan mudah diterapkan dalam kehidupan. 

Sepuluh amalan ini meliputi : Iktikaf, wudhu, shalat, membaca Al-Qur’an, silaturahmi, puasa, sedekah, dzikir, doa dan istighfar. Penulis mengawali pembahasan tiap amalan mulai dari definisinya, tata cara dan dasar perintah dari amalan itu. Kemudian bagaimana amalan ini bermanfaat bagi kita, baik untuk rohani maupun jasmani. Nah, untuk menjelaskan dampak amalan itu bagi kesehatan tubuh kita, penulis menggunakan referensi dari penelitian para ilmuwan dan juga kisah-kisah nyata yang pernah terjadi.

Jadi, menurutku buku ini menarik untuk dibaca, selain dapat mengetahui manfaat kesehatan dari amalan yang kita lakukan, kita juga akan semakin termotivasi untuk melakukan amalan itu. Gaya bahasa dan cara penulis menjelaskan juga mudah dicerna. Kelebihan lainnya, kertas dari buku ini termasuk tebal begitu juga covernya. Untuk review buku kali ini aku tutup dengan kalimat yang sangat menusuk :


“Memiliki kemampuan untuk berbuat jahat, tetapi tidak melakukan, itulah kebajikan. Memiliki kemampuan baik, tetapi tidak melakukan, itulah keburukan.”

-Hong Ghi (1880-1942)-


Selasa, 01 Juni 2021

REVIEW BUKU EMOTIONAL INTELLIGENCE ITU "DIPRAKTEKIN" - TIM WESFIX

 


Judul Buku : Emotional Intelligence Itu “Dipraktekin”

Penulis : Tim Wesfix

Penerbit : Grasindo

Tebal : 146 halaman

Tahun Terbit : 2016

Kategori : Non-Fiksi, Self-Help

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas salah satu buku seri Tim Wesfix (Grasindo) yang pernah aku baca di IPUSNAS. Buku ini berjudul Emotional Intelligence Itu “Dipraktekin”


#DESKRIPSI

Emotional intelligence/noun : the capacity to be aware of, control, and express one’s emotions, and to handle interpersonal relationships judiciously and empathetically.

Emotional Intelligence itu mudah, menyenangkan, dan tentu bisa dipelajari. Bukan dengan teori-teori atau duduk di sebuah seminar, tapi dengan... “DIPRAKTEKIN”


#ULASAN

Apa sih pentingnya memiliki kecerdasan emosional ? Ooo ya sangat penting. Pertama, kita adalah makhluk sosial, dimana orang-orang di sekeliling kita itu bukan benda mati. Kedua, hidup ini tidak berjalan dalam satu dimensi dimana segala yang kita butuhkan hanya bergantung pada diri kita sendiri, jelas tidak. Kita tetap butuh bantuan orang lain. Jadi, kita butuh kecerdasan emosional untuk : hidup dalam ketenangan batin, empati, dan kedamaian. menangani situasi sulit, memengaruhi orang lain, mengenali emosi diri sendiri dan orang lain, serta memotivasi diri sendiri dan orang lain.

Apa yang bisa kita dapat dari buku ini ? Kita belajar mengenali emosi, yang merupakan pintu masuk untuk mengasah kecerdasan emosional kita. Kemudian membangun kesadaran bahwa kecerdasan emosi juga erat kaitannya dengan pikiran, terutama logika. Di bagian ini kita mempelajari beberapa 'sesat pikir' yang bisa kita hindari di kehidupan. Setelah itu kita bisa belajar mempraktikkannya di kehidupan seperti bersikap asertif, empati terhadap sesama, memotivasi diri sendiri, mengelola konflik, dan sebagainya. Semua ini akan berujung pada kebahagiaan; Pleasant, good and meaningful life.

Seperti yang penulis sampaikan di awal, buku ini lebih berfokus pada praktik. Jadi, untuk pembahasannya memang cukup singkat dan padat. Buku ini cocok dibaca untuk kita yang ingin cerdas secara emosional. Karena buku ini mengulas tentang berbagai cara yang bisa menginspirasi kita untuk lebih tanggap, sehingga mau melatih diri menjadi lebih cerdas secara emosional.

Menurut penulis, sebenarnya kecerdasan emosional merupakan sebuah keterampilan yang mudah. Kita hanya perlu memegang prinsip, ‘perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.’ Tetapi, masalahnya terkadang kecerdasan emosional ini belum menjadi ‘habits’ sehingga penerapannya terkesan sulit. Untuk itu buku ini menekankan pentingnya ‘habits’, karena :  


“We first make our habits, then our habits make us.” 

- John Dryden -


Sabtu, 29 Mei 2021

REVIEW BUKU SIRAH NABAWIYAH - SYAIKH SHAFIYYURRAHMAN

 


Judul Buku : Sirah Nabawiyah

Penulis : Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri

Penerbit : Darul Haq

Tebal :  698 halaman

Tahun Terbit : 2001

Kategori : Non-Fiksi, Sirah, Biografi

My Rated : 5/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku yang berjudul Sirah Nabawiyah. Sebagai seorang muslim, pengetahuan tentang riwayat hidup Rasulullah saw. tentu sangatlah menarik untuk dipelajari. Di tengah-tengah bulan Ramadhan kemarin, aku tertarik membaca buku yang menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad saw. dan aku jatuhkan pilihan pada buku luar biasa ini. 


#DESKRIPSI

Manakala untuk mendapatkan informasi secara rinci dan gamblang mengenai riwayat hidup para nabi terdahulu sangat sulit, maka lain halnya dengan sirah (riwayat hidup) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sirah beliau dipaparkan secara rinci dan gamblang, sejak dari menjelang kelahirannya, lingkungannya, kehidupannya sebelum menjadi Rasul, bagaimana diutus, kehidupannya di tengah masyarakat, hingga kepada hal yang sekecil-kecilnya. 

Bukan itu saja, bahkan kelengkapan sirah beliau mencakup semua aspek kehidupannya mulai dari persoalan ibadah, mu’amalah, sosial dan sebagainya. Hal ini menandakan bahwa sirah beliau tidak sekedar menitikberatkan perhatian pada hal-hal yang bersifat ukhrawi saja, namun juga yang bersifat duniawi. 

Membaca sirah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bukan sekedar untuk bahan bacaan dan mendapatkan informasi sesaat di mana setelah itu selesai, tetapi lebih dari itu; yaitu untuk meneladani sifat dan kehidupan beliau dalam segala hal, mengambil ‘ibrah (pelajaran) darinya dan menerapkannya dalam kehidupan. 

Buku ini merupakan salah satu referensi penting untuk mendapatkan hal itu. Di dalamnya terdapat kupasan menarik mengenai sejarah kehidupan bangsa Arab; kehidupan agama, sosial, budaya, politik, ekonomi, letak georafisnya, suku-sukunya dan beberapa kerajaan yang ada saat itu. Dipaparkan pula sisi kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara lengkap dan terperinci kemudian ditutup dengan pemaparan detik-detik terakhir kehidupan beliau serta gambaran sifat dan budi pekerti beliau.


#ULASAN

#SirahNabawiyah adalah karya besar dan lengkap tentang riwayat hidup Nabi Muhammad saw. Buku ini diterjemahkan dari judul aslinya, Ar-Rahiq Al-Makhtum, ditulis oleh Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, ulama dan dosen asal India. Buku ini menjadi istimewa bukan hanya karena menyajikan riwayat hidup Rasulullah saw. tetapi juga berhasil memenangkan lomba internasional penelitian seputar Sirah Nabawiyah oleh Rabithah al-Alam al-Islami di Pakistan tahun 1976 M. 

Dalam buku ini penulis tidak hanya membahas tentang kehidupan Nabi Muhammad saw. tetapi juga mencakup sejarah kehidupan Bangsa Arab, suku-suku dan bangsa-bangsa selain Arab, sosial budaya, geopolitik, ekonomi dan demografi. Ini sangat penting untuk memahami konteks pada masa itu, sehingga tersampaikanlah hakikat dari Sirah Nabawiyah. Yaitu gambaran risalah (misi) yang dibawa oleh Rasulullah saw. kepada umat manusia untuk mengeluarkan mereka dari ibadah kepada hamba menuju ibadah kepada Allah Swt. 

Sirah ini ditulis dengan gaya naratif dan berfokus pada peristiwa-peristiwa penting secara kronologis. Penulis mengakui bahwa hasil penelitian ini dikonsep dalam ukuran sedang, guna menghindari model tulisan terlalu panjang yang menjenuhkan atau singkat tetapi tidak padat isi.

Kesan yang aku dapat yaitu penulis berusaha ‘menahan diri’ dari dramatisasi sebuah peristiwa sehingga esensi atau keotentikannya tetap terjaga. Peristiwa-peristiwa itu dinarasikan dengan sederhana, apa adanya, dan penulis jarang sekali mencurahkan perspektifnya, kecuali menuliskan catatan / komentar kecil tentang referensi yang beliau pakai. 

Secara keseluruhan, saya bersyukur kepada Allah atas semua ilmu yang saya peroleh melalui buku ini. Adapun beberapa pertanyaan yang muncul setelah membaca buku ini, biarlah kusimpan sementara untuk dikemudian hari aku cari jawabannya dengan membaca referensi-referensi yang lain. Buku ini aku rekomendasikan untuk dibaca karena dari sini pembaca mungkin akan merasakan seperti yang aku rasa, yaitu mendapat pengetahuan baru tentang detail-detail peristiwa yang jarang atau sama sekali belum aku dengar / ketahui selama ini. Terakhir, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarganya dan segenap sahabatnya. 


“Nabi Muhammad adalah orang yang tertawanya adalah tersenyum, perkataanyya jelas, tidak berlebih-lebihan dan juga tidak menguranginya.”

- Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri -


Senin, 24 Mei 2021

REVIEW BUKU HUJAN BULAN JUNI - SAPARDI DJOKO DAMONO

 


Judul Buku : Hujan Bulan Juni

Penulis : Sapardi Djoko Damono

Penerbit : GPU

Tebal : 135 halaman

Tahun Terbit : 2015

Kategori : Fiksi, Novel, Sastra

My Rated : 3,5/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas salah satu buku fenomenal karya Sapardi Djoko Damono yang pernah aku baca di IPUSNAS. Buku ini berjudul Hujan Bulan Juni.


#DESKRIPSI

Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.

Dari puisi menjadi lagu, lalu komik, kemudian novel (bahkan) buku mewarnai, kini “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono beralih wahana menjadi film.


#ULASAN

Novel Hujan Bulan Juni ini menceritakan kisah cinta sepasang dosen muda yang penuh lika-liku. Sarwono merupakan seorang Antroplog sedangkan Pingkan dosen sastra Jepang. Mereka memiliki latar belakang sosial, budaya, pemikiran dan agama yang berbeda. Dari perbedaan ini sebenarnya mudah ditebak bagaimana alur cerita ini berjalan. Seperti kisah cinta pada umumnya, keduanya akan berusaha mengatasi perbedaan itu, hidup penuh toleransi, mencari kompromi yang bisa dijalani dan tentu harus siap menghadapi banyak rintangan dan halangan, tak terkecuali dari keluarganya sendiri. 

Meskipun dari segi cerita tidak luar biasa, tetapi novel ini punya sisi istimewanya sendiri. Pertama, penokohan Sarwono sebagai lelaki yang gemar menulis puisi. Jelas ini adalah roh yang disalurkan oleh Eyang Sapardi. Jadi, pembaca akan banyak menjumpai puisi-puisi romantis Sarwono kepada Pingkan. Bahkan, dengan puisi pula novel ini ditutup. Kedua, detail latar budaya dari kedua tokoh ini dieksplor dengan baik oleh Eyang Sapardi. Salah satunya beliau memasukkan legenda romantisme masa lalu yang melatarbelakangi penamaan “Pingkan.” Ketiga, pemilihan diksi dan rangkaian kalimat puitis khas Eyang Sapardi. Pastinya ini yang membuat novel Hujan Bulan Juni unik. 

Harus diakui sih aku cukup kelelahan membaca novel ini. Walaupun hanya 135 halaman, tetapi gaya bercerita dari Eyang Sapardi ini memang perlu ketabahan untuk memahaminya. Alurnya juga lompat-lompat kadang merasa bingung sendiri. Jadi, menurutku lebih mudah membaca puisi-puisi beliau daripada novel ini -walaupun puisinya juga kadang tidak mudah dicerna. Terlepas dari semua itu, saya tetap salut dengan Eyang Sapardi yang melahirkan karya Hujan Bulan Juni dari puisi hingga bisa diadaptasi menjadi film. Kutipan favoritku :


"...bahwa kasih sayang ternyata sebuah ruang kedap suara yang merayakan senyap sebagai satu-satunya harap..."

- Sapardi Djoko Damono -

Minggu, 23 Mei 2021

REVIEW BUKU BERPIKIR ITU "DIPRAKTEKIN" - TIM WESFIX

 



Judul Buku : Berpikir Itu “Dipraktekin”

Penulis : Tim Wesfix

Penerbit : Grasindo

Tebal : 160 halaman

Tahun Terbit : 2015

Kategori : Non-Fiksi, Self-Help

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas salah satu buku seri Tim Wesfix (Grasindo) yang pernah aku baca di IPUSNAS. Buku ini berjudul Berpikir Itu “Dipraktekin.”


#DESKRIPSI

Berpikir itu tidak semudah bernapas. Berpikir juga tidak semudah menghafal. Berpikir adalah skill yang perlu dilatih. Cara melatihnya bagaimana? Bukan dengan teori-teori atau duduk di sebuah seminar, tapi dengan... “DIPRAKTEKIN”


#ULASAN

Apa kamu pernah merasa dalam proses berpikir masih sering terdistorsi oleh banyak hal ? Berpikir tapi tidak dibarengi dengan pemahaman yang jelas dan tujuan yang detail ? Atau sudah tahu macam-macam jenis berpikir tapi masih kesulitan mempraktekkannya ? Jika iya, buku ini bisa jadi solusi yang tepat. 

Apa yang bisa kita dapat dari buku ini ? Buku ini dibagi menjadi delapan bab, secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian. Pertama, kita dijelaskan bagaimana mempersiapkan proses berpikir kemudian cara-cara memilih informasi yang relevan dan berkualitas. Harapannya kita bisa berpikir lebih jernih dan memahami situasi dan permasalahan dengan lebih baik. Kedua, kita diajak berkenalan dengan otak, fungsi dari bagian-bagiannya dan bagaimana cara mempertajam fungsi otak kita agar semakin ‘lancar’ untuk berpikir. Ketiga, kita akan mempelajari berbagai macam model berpikir dan cara mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Critical thinking, logika, deduksi, creative thinking sampai negative thinking dibahas dengan asyik di buku ini.

Seperti yang penulis sampaikan di awal, buku ini lebih berfokus pada praktik. Jadi, untuk pembahasannya memang cukup singkat dan padat. Buku ini cocok dibaca untuk kita yang ingin mencoba berpikir dengan berbagai macam modelnya tapi bingung mau mulai darimana. Yang jelas buku ini tentang praktik, jadi memang harus dipraktekin hehe. 

Cukup seru membaca buku ini, aku tidak dibuat pusing dengan teori-teori yang rumit. Layout bukunya berwarna dan disetiap akhir bab ada kutipan ‘quote’ dari tokoh-tokoh dunia. Salah satu yang paling kusuka yaitu :


“If there was one life skill everyone on the planet needed, it was the ability to think with critical objectivity.” 

- Josh Lanyon -