Rabu, 03 Maret 2021

REVIEW BUKU GHOST FLEET : THE NEXT WORLD WAR - P.W. SINGER & AUGUST COLE

 

Cover Buku Ghost Fleet

Judul Buku : GHOST FLEET

Penulis : P.W. Singer dan August Cole

Penerbit : Mizan

Tebal :  544 halaman

Tahun Terbit : 20

Kategori : Fiksi, Novel

My Rated : 4/5


Hallo, Sobat Reader ! Kali ini aku mau mengulas buku yang sempat viral ditengah proses pilpres 2019 nih ! Judulnya Ghost Fleet. Ghost Fleet adalah novel yang menceritakan tentang 'kemungkinan' peperangan masa depan atau Perang Dunia Ke-3 yang di tulis oleh dua ahli strategi militer dan pertahanan Amerika.

Ceritanya cukup menegangkan. Meskipun ini novel fiksi, tapi penulis menyajikannya dengan data dan fakta ilmiah. Oke, sebelum masuk lebih jauh berikut adalah komentar beberapa orang tentang buku ini :

"Tak hanya memukau, tetapi juga dikisahkan dengan ahli. Membantu kita memunculkan pertanyaan-pertanyaan paling tepat tentang masa depan-- yang jawabannya mungkin bisa membantu kita memaksimalkan teknologi dengan meminimalkan risiko ancaman pada manusia" -H.R. McMaster (Lt. General U.S. Army, U.S. Army Training and Doctrine Command)

"Ghost Fleet, sebuah perjalanan mencekam tentang apa yang mungkin terjadi esok. Buku memukau yang ditulis oleh orang yang benar-benar tahu apa yang dituliskan. Bersiaplah untuk tidak bisa tidur." -D.B. Weiss (penulis dan produser eksekutif serial HBO Game of Thrones)

"Aku tak bisa berhenti... detailnya persuasif, menegangkan sekaligus menakutkan." -Phillip Meyer (finalis Pulitzer Prize dan penulis The Son)

"P.W. Singer dan August Cole menyajikan kemungkinan mengerikan tentang perang yang bisa saja terjadi di masa depan. Blueprint mengejutkan tentang perang masa depan, karena itu perlu dibaca sekarang!" -Laksamana James Stavridis (Komandan sekutu tertinggi NATO 2009-2013, Dekan The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University)

Melahap buku ini lumayan menguras waktu, apalagi di tengah banyaknya tugas kuliah hehe. Tapi, cukup seru membaca buku thriller tekno futuristik ini. Hal yang unik dari Novel "Ghost Fleet" ialah terinspirasi dari tren dan teknologi dunia nyata yang ditulis oleh dua orang. Jarang-jarang ada novel ditulis oleh dua orang, apalagi dengan tema 'world war'.


“Kau bisa berperang untuk waktu yang lama, atau bisa membuat negerimu kuat. Kau tidak bisa melakukan keduanya sekaligus." 

-Sun Tzu, The Art of War


Kisah bermula dari peristiwa di stasiun luar angkasa dan situasi penyelaman seorang geologis China bernama Zu Zhi di 10.590 meter di bawah permukaan laut, Palung Mariana, Samudera Pasifik. 

"Perang" diawali di dunia siber. China secara sistematis melumpuhkan setiap satelit komunikasi yang terhubung dengan angkatan bersenjata AS. Bahkan, semua jaringan komunikasi area lokal juga lumpuh. Tak hanya itu, China juga berhasil menguasai Hawaii lalu mendirikan kawasan administratif di sana. Jadi bisa dibilang hampir seluruh Armada Pasifik Amerika Serikat hancur di tangan China.

Dalam situasi 'sulit' ini Amerika berusaha melawan dengan armadanya cadangannya. Bahkan tentara-tentara yang sudah pensiun, diaktifkan kembali untuk menambah pasukan. Lalu, muncul istilah 'Ghost Fleet' (armada hantu) sebagai upaya perlawanan terakhir Amerika.

Aksi-aksi seru yang dipaparkan mulai dari saling intip kekuatan lawan, serangan siber, spionase, gelar pasukan hingga akhirnya perang terbuka antara Amerika vs China dan Rusia di Samudera Pasifik. Adegan drama yang menarik perhatian adalah antara karakter utama novel ini yaitu Jamie Simmons, Kapten kapal USS Zumwalt dan ayahnya Mike Simmons, pensiunan tentara yang ditugaskan kembali di kapal USS Zumwalt sebagai 'bawahan' anaknya sendiri.

Novel ini juga banyak mengutip kalimatnya Sun Tzu. Orang yang sering mempertimbangkan kalimat Sun Tzu sebelum mengambil keputusan adalah Admiral Wang, komandan dari kapal perang Cina Laksamana Zheng He (Cheng Ho).

Nah, di tengah perseteruan Amerika dan China ini beberapa kali juga disebut nama Indonesia. Lalu dimanakah posisi Indonesia ditengah perang ini ?

Ditengah berkobarnya perang dalam novel Ghost Fleet ini, rupanya ada nama Indonesia disana. Indonesia dikisahkan sebagai "bekas negara". Penulis menyebutnya 'bekas negara Indonesia.' Hal ini terjadi akibat Perang Timor kedua dan banyak terdapat anarkisme. Tapi, tidak jelas apa maksud dari Perang Timor itu ? anarkisme yang seperti apa ?

Secara keseluruhan, Indonesia memang tidak banyak dibahas. Namun, ada satu hal menarik yaitu baik China maupun Amerika Serikat berkepentingan pada lokasi 'bekas' itu. Amerika Serikat memiliki kepentingan di Selat Malaka untuk lintasan kapal USS Coronado. Sementara China menganggap wilayah bekas negara Indonesia sebagai tempat cadangan energi yang harus diamankan dari ancaman Amerika.

Buku ini menyajikan suatu gambaran besar yang masuk akal (kecuali tentang sebab 'bubarnya' Indonesia) tentang konsep teknis dan futuristik peperangan masa depan. Bukan tidak mungkin bahwa suatu hari nanti bisa akan ada perang dengan kekuatan besar antara dua negara yang bahkan saat ini sedang berseteru, yaitu AS & China.

Ada beberapa kekurangan dari novel ini, seperti ada kata juga kalimat terjemahan yang menurutku kurang pas dan tidak sesuai dengan konteksnya, jadi seperti tidak nyambung. Lalu juga alurnya yang lompat-lompat mungkin juga akan membingungkan pembaca. 

Buku ini cocok buat kamu yang berminat dengan tema tentang peperangan menggunakan peralatan berteknologi tinggi  dengan latar belakang pertarungan geopolitik yang menarik antara beberapa negara militer terkuat di dunia.

Terakhir, meskipun dalam pengerjaannya penulis melakukan riset, wawancara dan percakapan dengan berbagai praktisi profesional tetapi pada akhirnya, ini hanyalah FIKSI, bukan prediksi. Namun, fakta, data, istilah-istilah mengenai siber, teknologi, strategi dan lain sebagainya yang di sajikan bisa untuk tambahan wawasan kita terhadap geopolitik, militer dan intelejen. Seru !


“Gunakan kekuatan normal untuk melawan; gunakan kekuatan luar biasa untuk menang.” 

–Sun Tzu 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam, Sobat Reader ! Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar, kesan atau pesan :)